13 August 2015

Renungan Hari Senin 17 Agustus 2015

Renungan Hari Senin 17 Agustus 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Senin 17 Agustus 2015


Nasionalis: Wujud Religiusitas


    "Ikan busuk dari kepalanya." Ungkapan itu menunjukkan pentingnya pemimpin dalam komunitas. Coba kita perhatikan bacaan pertama hari ini (Sir 10:1-8). Kemajuan suatu komunitas ditentukan oleh siapa dan bagaimana pemimpinnya. Contohnya, maju-mundurnya Indonesia ditentukan oleh banyak faktor. Faktor penentu dominan adalah pemimpin (beserta jajaran/direksinya)

    Meski demikian, bukan berarti bahwa rakyat ora cawe-cawe (tidak "ikut campur"). Surat  1Ptr 2:13-17 memberikan nasihat bagaimana semestinya kita menjadi rakyat yang baik. Jika rakyat kacau (misalnya: perang antar suku, ormas berulah, politisi berebut kuasa), maka pemimpin pun akan menjadi kerepotan dan kinerja untuk mewujudkan progranm-programnya menjadi terganggu. Rakyat tetap berperan penting. Kontribusinya misalnya adalah membayar pajak, taat hukum, mendukung pemerintah (dengan berpartisipasi mewujudkan program pemerintah).

    Yesus sendiri menunjukkan: "dimensi salib manusia bernegara". Mari kita perhatikan garis vertikal dan horizontal pada salib. Garis vertikal (tegak) adalah simbol relasi manusia dengan Allah, sedangkan garis horizontal (mendatar) menyimbolkan relasi antar sesama manusia. Maka, kita harus memberikan apa yang menjadi hak Allah dan apa yang menjadi hak kaisar (pemerintah, lembaga manusiawi, sesama).

    Hari ini adalah ultah ke-70 kemerdekaan Indonesia. Di antara kita (seluruh rakyat) pastilah ada orang penting dalam pemerintahan. Maka, mari kita menjadi pemimpin dan rakyat yang baik sesuai kehendak Allah. Rakyat yang baik pasti taat Allah dan sekaligus nasionalis (taat pemeritah). Hanya, kita harus ingat prinsip ini: "jangan abaikan Tuhan hanya karena kepentingan manusiawi dan sesaat".


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon