07 September 2015

Renungan Hari Jumat 11 September 2015

Renungan Hari Jumat 11 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Jumat 11 September 2015


Koreksi diri


"Mengapa engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?"
(Luk 6:41)

    Manusia adalah mahluk yang koreksif, karena suka melihat kesalahan orang lain ketimbang melihat kesalahannya sendiri. Tak jarang koreksi kerap hanya berhenti untuk melihat sisi buruk tanpa melihat juga sisi baik. Koreksi diri sepertinya perlu juga dilakukan sebelum mengkoreksi dan menyalahkan orang lain.

    Pada suatu hari Andi ikut ayahnya camping di hutan. Ketika sedang beristirahat, mata Andi langsung tertuju pada sekelompok lebah. Andi pun mengikuti lebah-lebah itu. Setelah 20 Meter Andi mendapatkan sarangnya. Tergiur oleh manisnya madu, Andi pun mencari galah dan menyodok sarang lebah. "Aduh..., aduh... tolong...!" teriak Andi sambil berlari menuju ayahnya.

    "Ayah mengapa tidak menolongku? Jika ayah sayang padaku pasti ayah sudah menyelamatkanku, semuanya ini salah ayah," kata Andi. Ayahnya diam saja, lalu menunjukkan kertas putih sambil berkata kepada Andi, "Anakku apa yang kau lihat dari kertas putih ini?" "Kertas putih tanpa gambar," jawab Andi. Lalu ayahnya mulai membuat titik pada kertas itu memakai spidol sambil berkata, "Sekarang apa yang kamu lihat dalam kertas ini?" "Titik hitam," jawab Andi. Si ayah berkata, "Anakku mengapa kamu hanya melihat titik hitam pada kertas ini yakni kesalahan ayah dan melupakan sisi putih yakni kebaikan ayah".

    Suadara-saudari yang terkasih cerita tadi menggambarkan bahwa manusia sering hanya melihat kesalahan orang lain daripada kebaikan-kebaikannya. Jangan-jangan kita pun tidak kalah berdosa dengan orang lain yang kita lihat kesalahannya? Maka, kita juga perlu mengoreksi diri kita sebelum kita melihat kesalahan, kedosaan, maupun kelemahan yang ada dalam diri orang lain.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon