Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

14 September 2015

Renungan Hari Jumat 18 September 2015

Renungan Hari Jumat 18 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Jumat 18 September 2015


Uang


    Uang menurut Kamus Besar Indonesia, adalah kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara sebagai alat penukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah. Oleh sebab itu sekian banyak hal di sekitar kita hampir seluruhnya berhubungan dengan uang. Uang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dari awal kehidupan hingga kematian; dari orang kaya hingga orang miskin; dari PAUD hingga Perguruan Tinggi; dari tunai hingga kredit; dari kos-kosan hingga kontrakan. Singkatnya, uang dapat digunakan di hampir seluruh kehidupan manusia.

    Kegunaan uang yang sangat unggul telah membutakan mata hati banyak orang. Zaman ini misalnya, hampir di semua instansi digerogoti oleh pencari uang tambahan yang disebut dengan koruptor. Uang telah membuat mereka gila pangkat dan kehormatan khususnya telah membuat mereka cinta diri yang berlebihan. Situasi demikianlah yang dinasihatkan oleh Paulus sebagaimana bacaan pertama hari ini. Paulus menegaskan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang. Uang telah membuat orang menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka. Oleh sebab itu Paulus mengajak orang beriman mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan daripada mengejar uang (bdk. 1Tim 6:10-11).

    Karya dan sabda Yesus telah menggugah hati banyak orang. Perempuan-perempuan dalam bacaan Injil melayani rombongan dengan uang yang mereka miliki (Luk 8:2-3). Mereka telah tergugah hatinya untuk tidak lagi memikirkan diri sendiri malainkan melakukan karya demi Kerajaan Allah.

    Saudara-saudari yang terkasih, apakah kita bijak menggunakan harta atau uang dan mampu memanfaatkan sebaik-baiknya? Atau apakah kita mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya demi kepentingan pribadi? Mari bermenung diri.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon