21 September 2015

Renungan Hari Jumat 25 September 2015

Renungan Hari Jumat 25 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Jumat 25 September 2015


Pengakuan Iman


    Hari ini Yesus bertanya kepada Para Rasul tetang dua hal ini: Pertama, Ia bertanya demikian, "Kata orng banyak, siapakah Aku ini?" (Luk 9:18); Kedua, Ia bertanya demikian, "Menurut kamu (Para Rasul), siapakah Aku ini?" (Luk 9:20).

    Mengapa Yesus menanyakan dua hal itu kepada Para Rasul? Rupanya, Yesus menginginkan pengakuan Para Rasul tentang Diri-Nya. Untuk apa? Padahal tanpa pengakuan Para Rasul pun, Yesus tetaplah Sang Mesias. Ia bahkan ada sebelum mereka. Singkatnya, Ia tidak membutuhkan pengakuan mereka. Tetapi mengapa Yesus menginginkan pengakuan itu? Kalau kita baca bab-bab sebelumnya dari Injil Lukas ini, ternyata Para Rasul sudah agak lama mengikuti Yesus. Perjalanan hidup mereka dapat dilukiskan dalam satu kata ini: dinamis. Gerak perjalanan hidup Para Rasul tidaklah statis (tetap) seperti garis lurus, melainkan dinamis seperti garis yang bergelombang.

    Dalam awal panggilannya, mereka bersemangat untuk mengikuti Yesus. Sepertinya, apapun menjadi sia-sia jika mengikuti Yesus. Mereka meninggalkan pekerjaan dan keluarga. Yesus adalah segalanya bagi mereka. Namun di sisi lain ternyata Para Rasul bingung mendengar ajaran-Nya, menyaksikan mukjizat-Nya, dan berbagai pengalaman yang mereka alami bersama Yesus. Kebingungan ini bisa saja malah membuat mereka ragu dan meninggalkan Yesus. Maka, Yesus menginginkan pengakuan mereka untuk melihat sejauh mana mereka mengenal-Nya.

    Pengakuan iman Petrus menggambarkan siapa Yesus bagi Para Rasul: Ia adalah "Mesias dari Allah" (Luk 9:20). Akhirnya, Yesus memberi gambaran tentang Mesias itu: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Luk 9:22). Sebagai orang Kristen, mengikuti iman berarti ikut Yesus untuk menderita dan ditolak oleh dunia agar kelak boleh hidup mulia bersama-Nya di surga.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon