Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

26 September 2015

Renungan Hari Rabu 30 September 2015

Renungan Hari Rabu 30 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Rabu 30 September 2015


Penyerahan Diri Seutuhnya


    Santo Hieronimus hidup antara tahun 347 hingg tahun 420. Ia berhasil menterjemahkan Kitab Suci Perjanjian Lama (KSPL) daribahasa Ibrani dan Aramik ke bahasa Latin, serta menterjemahkan Kitab Suci Perjanjian Baru (KSPB) dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Selain itu, ia adalah seorang pembela iman, sebab pada saat itu banyak ajaran sesat yang membahayakan iman Kristen. Sebagai seorang beriman, ia yang diperingati Gereja pada hari ini tidak pernah takut dan gentar akan resiko membela iman.

    Tindakan mempertahankan dan membe;la iman juga dilakukan oleh Nehemia sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama. Nehemia bersikukuh membangun kembali tembok Yerusalem. Nehemia percaya bahwa Allah akan melindunginya. Ia menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah.

    Kepercayaan kepada Allah menuntut manusia untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada-Nya. Tindakan Nehemia dan Santo Hieronimus menjadi bukti bahwa mereka memiliki iman. Mereka tidak lagi mementingkan diri pribadi tetapi demi Allah. Sikap demikianlah yang dituntut Yesus kepada para pengikut-Nya. "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah" (Luk 9:62). Yesus menginginkan supaya siapa saja yang mengikuti-Nya harus menatap ke depan. Setiap orang yang siap membajak seharunya tidak lagi merasa ragu-ragu, cemas, takut, gelisah, atau segan. Ia harus seutuhnya sepenuhnya menyerahkan diri.

    Kebulatan tekad untuk mengikuti Yesus merupakan tuntutan mutlak. Dewasa ini banyak di antara umat Kristen tidak mempertahankan iman. Orang yang satu berdalih, "Daripada aku tidak diterima keluarga calon suami/istriku, lebih baik aku bergabung saja dengan agama mereka". Orang yang lain berkata, "Menjalani hidup di agama itu lebih enak daripada di agama Katolik", atau "Supaya jabatan atau pangkatku naik, aku pindah iman saja", dll. Bagaimana denganku sekarang? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon