01 September 2015

Renungan Hari Sabtu 5 September 2015

Renungan Hari Sabtu 5 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Sabtu 5 September 2015


Hukum Kasih yang Berbicara


    Dalam permenungan saya di tengah kehidupan bersama di seminari, saya mendapat suatu pertanyaan nakal yang saya lontarkan kepada teman-teman saya. Begini, "Manakah yang harus didahulukan: makan atau berdoa?" Spontan teman-teman menjawab, "Berdoa dulu sebelum makan." Hal itu terjadi kalau ada makanan. Kalau tidak ada makanan, lain lagi masalahnya. Terkadang orang berdoa dengan sungguh kepada Tuhan ketika makanan tidak ada, bila sudah kenyang? Konflik semacam ini juga terjadi antara Yesus dan orang-orang Farisi.

    Yesus mendahulukan kebutuhan makanan daripada aturan hari Sabat. Bagi Yesus, ada hukum yang jauh lebih utama. Hukum itu tidak lain adalah hukum kasih. Yesus mengerti betul kebutuhan murid-Nya. Karena itu, Ia mengizinkan mereka untuk memetik bulir gandum. Namun, di sisi lain, orang-orang Farisi melihat hukum Sabat sebagai hukum yang utama. Sebenarnya tidak salah juga, karena dalam hukum Sabat ada semangat kasih.

    Masalahnya, orang-orang Farisi melihat hukum sebagai hukum yang mutlak, bukan semangatnya. Dalam kehidupan bersama, entah itu dalam komunitas, masyarakat, kita berhadapan dengan banyak aturan dan hukum. Negara kita pun mengakui diri sebagai negara hukum. Menjadi murid Yesus tentu saja bukan berarti menolak hukum yang ada. Sebaliknya, kita diajak untuk belajar manaati hukum sejauh hukum itu mengutamakan kehidupan manusia lebih baik. Mari kita belajar kritis terhadap diri sendiri, jangan-jangan kita juga menjalankan aturan demi aturan itu sendiri, bukan demi kehidupan yang lebih baik.

Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk mengajari akau hukum kasih. Amin.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon