Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

11 September 2015

Renungan Hari Selasa 15 September 2015

Renungan Hari Selasa 15 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 15 September 2015


Cinta Ibu


    Pada hari ini, kita memperingati Santa Perawan Maria yang berdukacita. Dukacita Santa Perawan Maria bukanlah dukacita yang tak beralasan. Perawan Maria berdukacita karena Yesus, Anaknya, disalibkan. Anaknya itu menderita dan wafat di kayu salib, kayu palang yang bagi orang Yahudi adalah suatu kehinaan.

    Ketika saya merenungkan perayaan Santa Perawan Maria yang berdukacita, jadi saya teringat berbagai kenangan yang saya lalui bersama ibu saya. Dalam permenungan ini, saya menyadari bahwa ibu adalah sosok yang sangat berharga bagi hidup saya. Ibu, bagi saya, adalah mutiara yang terindah. Bahkan indah dan berharganya mutiara pun sebenarnya juga tidak cukup untuk mewakili keindahan dan berharganya ibu saya bagi saya. Bagi saya, ibu jauh lebih berharga dari mutiara terindah itu.

    Ibu adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Ibu adalah seorang malaikat yang selalu menemani kita dalam semua keadaan. Dia menemani kita dalam suka maupun duka. Ketika kita gembira, ibu juga akan ikut merasa bahagia. Ketika kita sedih, ibu juga merasakannya. Namun ibu tidak pernah tinggal diam dalam kesedihan itu. Ibu akan menemani kita dan memberi kita semangat untuk mengubah kesdihan itu menjadi pelajaran dalam kehidupan.

    "Di doa Ibuku, namaku disebut. Di doa Ibu kudengar, ada namaku disebut." Beberapa penggalkalimat di atas adalah penggalan lagu "Di doa Ibuku". Ibu selalu mendoakan kita. Mungkin kita tidak pernah tahu, tidak pernah melihat, dan tidak pernah mendengar ibu mendoakan kita. Tapi dalam kesendirian dan keheningan, ibu selalu mendoakan kita.

    Ibu ingin supaya kita bahagia. Bahkan seringkali ibu mengorbankan kesenangannya supaya kita, anak yang dicintainya ini, menjadi bahagi. Ya, itulah ibu, ibu yang penuh dengan cinta dan kelembutan. Terima kasih Ibu.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon