25 September 2015

Renungan Hari Selasa 29 September 2015

Renungan Hari Selasa 29 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com
Renungan Hari Selasa 29 September 2015

Kagum

    Kagum adalah suatu indikasi hidup sehat. Kalau manusia kagum pada sesuatu berarti dia mengakui ada hal yang mengatasi daya tangkapnya atau daya pengetahuannya. Santo Thomas Aquinas menulis, "Orang kagum adalah orang yang berada di beranda rahmat Allah". Sementara orang Budhis menulis, "Kagum adalah getaran kehidupan".

    Suatu siang, seorang guru TK melihat dua orang muridnya sedang merangkak-rangkak di rerumputan. Sebenrat-sebentar terdengar suaru dua anak itu memekik dan ketawa berderai. Sang guru mendekat dan bertanya, "Apa yang kalian tertawakan?" "Tikus", jawab mereka. "Itu di bawah daun kering, bisa meloncat!" seru mereka lagi. Ibu guru itu menyingkap daun kering itu, ternyata yang nampak bukanlah tikus tetapi jangkrik. Lalu ibu guru berkata, "Binatang ini namanya jangkrik, bukan tikus".

    Saudara-saudari yang terkasih , anak-anak memiliki rasa kagum yang cukup tinggi terhadap alam. Pertanyaannya apakah kita juga memiliki kekaguman yang mendalam terhadap Allah? Melalui cerita tadi kita diajak untuk kagum seperti seorang anak kecil yang selalu memiliki rasa ingin tahu untuk memeriksa atau menyelidiki sesuatu. Kita pun diajak untuk mengagumi Allah.

    Dalam Injil hari ini, Natanael kagum akan Yesus, sebab Yesus telah mengenalnya terlebih dahulu sebelum perjumpaan. Maka, Natanael mengekspresikan kekagumannya dengan penuh iman sambil berkata, "Rabi, Engkau anak Allah, Raja orang Yahudi" (Yoh 1:49). Natanael mengalami situasi berada di beranda rumah Allah.

    Mengagumi Allah adalah suatu indikasi sehat dalam hidup rohani. Namun, mengapa Gereja Katolik memiliki malaikat? Mengapa ikan salmon harus kembali ke muara ketika hendak bertelur? Semuanya itu menampilkan kekaguman yag harus kita selidiki, karena Allah ada di balik semua ciptaan tersebut. Kita hanya bisa mengagumi-Nya.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon