Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

04 September 2015

Renungan Hari Selasa 8 September 2015

Renungan Hari Selasa 8 September 2015, Renungan Harian, Santo Katolik

Renungan Hari Selasa 8 September 2015


Model Beriman: Maria


    Pada hari ini, sebagian besar frater (calon imam) di Seminari Tinggi Santo Petrus (STSP) merayakan "hari penjubahan". Ada yang merayakan 5, 4, 3, 2, dan 1 tahun penjubahannya. Biasanya, para frater saling mengucapkan "selamat" satu sama lain. Harapannya, "Semoga tetap setia sampai menerima tahbisan imamat", tetapi ingat "Tahbisan itu bukanlah sebuah akhir tetapi awal untuk melayani Gereja dan dunia". Khusus untuk para frater Tahun Oreientasi Rohani (TOR) Santo MArkus, mereka hari ini menerima jubah. Sebelum penjubahan, mereka mengadakan retret selama tiga hari untuk mempersiapkan hati, pikiran, dan kehendak.

    Harapannya, "Semoga hidupmu selaras dengan putihnya jubah" dan "Semoga bisa lanjut ke STSP". Maka, di hari istimewa ini bolehlah saya bertanya, "Mengapa Gereja memperingati Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria?" Rupanya, Gereja meyakini bahwa Allah telah mempersiapkan Maria untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan-Nya. Allah menganugerahi rahmat kepada Maria untuk dididik dengan benar sesuai Hukum Taurat oleh Yoakim dan Ana. Kelak, Maria akan melahirkan Putera-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Kalau kita baca seluruh Injil, rupanya apa yang diajarkan oleh Yoakim dan Ana tetap membekas dalam diri Maria. Ungkapan imannya yang sering kita dengan berbunyi, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu" (Luk 1:38). Lalu apa yang bisa kita renungkan?

    Para pembaca yang terkasih, marilah berkaca diri untuk dua hal ini: Pertama, sadarilah bahwa Allah pun memilih kita untuk berpartisipasi (ikut serta) dalam karya keselamatan-Nya. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Sukacita kepada sesama kita. Isi Kabar Sukacita itu adalah Juruselamat telah menebus manusia dari perbudakan dosa. Kedua, marilah meneladani semangat iman Maria.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon