Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

05 October 2015

Renungan Hari Kamis 8 Oktober 2015

Renungan Hari Kamis 8 Oktober 2015, Dia Bapaku , Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 8 Oktober 2015


Dia Bapaku


    Saya agak heran dengan seorang teman yang setiap hari berdoa agak lama ketika sesudah dan sebelum Perayaan Ekaristi. Dengan agak malu-malu, saya bertanya demikian, "Apa sih yang kamu doakan kok kelihatannya lama banget?" Ia menjawab dengan bijak seperti ini, "Wah.. saya hanya diam saja. Saya gak tahu harus ngomong apa ke Tuhan. Toh, Dia tahu isi hati saya. Sebelum saya ngomong, Tuhan pasti sudah tahu. Tetapi saya merasa tenang, damai kalau menyediakan waktu khusus untuk-Nya." Apa yang dikatakan olehnya saya coba renungkan sepanjang hari, bahkan esoknya saya masih renungkan.

    Para pembaca yng terkasih, kalau saya boleh membagi hasil permenungan saya, saya akan mengatakan demikian, "Oh.. ternyata benar apa yang dilakukan dan dikatakan oleh teman itu!" Sebagai orang Kristen, kita diberi hak khusus untuk menyebut Allah sebagai Bapa. Kalau memang demikian, mengapa kita takut untuk meminta apapun pada-Nya? Atau kita terlalu egois: jangan-jangan nanti Ia tidak memberi sesuai yang saya inginkan. Alasan ketakutan kita tidak berdasar. Sebagai Bapa, Allah pastilah memberi yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Ia tidak mungkin memberi malapetaka pada kita. Tetapi, demi sesuatu yang terbaik dalam hidup ini, siapkah saya sakit dan menderita? Karena yang terbaik harus ditempuh juga dengan rasa sakit dan derita. Ini bagaikan obat yang sangat pahit rasanya tetapi menyehatkan kita.

    Lalu, apa yang bisa kita buat? Ambillah palu besar. Pukulkan pada tembok-tembok ketakutan yang membatasi kita untuk menyerahkan diri seutuhnya pada Allah. Percayailah rencana-Nya. Kemudian berdolah demikian: "Ambillah, ya Tuhan, yang ada padaku, gunakanlah menurut hasrat-Mu. Hanya rahmat dan kasih dari-Mu yang kumohon menjadi hartaku. Amin."


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon