16 October 2015

Renungan Hari Senin 19 Oktober 2015

Renungan Hari Senin 19 Oktober 2015, Hati yang Kaya, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 19 Oktober 2015


Hati yang Kaya


    Dalam anjuran apostolik Evangelii Gaudium (EG), Paus Fransiskus menyinggung dan menghendaki "sebuah Gereja yang miskin sekaligus Gereja yang rela sepatutnya bergelimang lumpur kemiskinan" (EG. 45). Kriteria kaum miskin yang dimaksud secara teoretis menurut Paus Fransiskus menyebut mereka sebagai "yang tanpa pelindung" (EG. 209). Misalnya para gelandangan, pecandu obat-obatan terlarang, para pengungsi, orang-orang jompo yang semakin terisolir dan terlantar. Namun, orang-orang semacam itulah yang mendapatkan juga tempat khusus di hati Allah.

    Injil hari ini sangat kontras dengan anjuran Paus Fransiskus di atas. Ada perbedaan yang mencolok dari keduanya. Bukan sebuah larangan jika seseorang itu menjadi kaya. Namun, dalam Injil hari ini menjadi sesuatu yang kurang mendapat tempat di hati Allah. Kekayaan dalam Injil hari ini hanya membuat "meninabobokan" seseorang yang kaya tersebut. Ia  lupa akan harta sejati yang mestinya mulai ia perjuangkan selagi hidup. Yesus menghendaki semangat untuk berbagi berhadapan dengan situasi semacam itu. Kekayaan tidak satu meter pun menambahkan rentangan umur hidup kita. Artinya mau mengatakan kepada kita bahwa hidup kita tidaklah mutlak dari kekayaan itu.

    Saudaraku, dari dua golongan ini, Allah tetap menghendaki agar kita tetap memiliki hati yang kaya di hadapan-Nya. Hari ini Yesus mengingatkan kepada kita agar kita selalu memperjuangkan harta sejati surgawi dan bukan melulu yang duniawi. Semangat untuk menjadi kaya hendaknya juga sekaligus menjadi semangat untuk berbagi pada orang yang berkekuranga. Kekayaan bukan hanya soal materi, namun hati dan pengetahuan merupakan kekayaan yang dianugerahkan Allah bagi kita. Sudahkah saya memiliki hati yang kaya itu? Mari bermenung.
   

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon