Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

02 October 2015

Renungan Hari Senin 5 Oktober 2015

Renungan Hari Senin 5 Oktober 2015, Penyakit Pembiaran, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 5 Oktober 2015


Penyakit Pembiaran


    Permenungan hari ini saya beri judul "penyakit pembiaran". Penyakit pembiaran ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Contoh yang sederhana dari penyakit pembiaran ini misalnya ketika saya melihat sesuatu yang tidak beres di sekitar saya, padahal saya tahu yang benar namun saya diam saja, saat itulah saya mulai terinfeksi penyakit itu. "Lebih baik saya diam daripada dibilang sok-sokan" atau "terserah dialah mau rajin atau tidak itu bukan urusan saya dan bukan tanggung jawab saya", itu merupakan jenis-jenis ungkapan pembelaan diri atau lepas tangan terhadap situasi sekitar kita.

    Saudaraku, Injil hari ini berbicara tentang orang Samaria yang baik hati. Dari ketiga tokoh dalam Injil yang ditampilkan pada hari in, kita bisa menilai siapa yang terjangkit penyakit pembiaran itu? Imam, Lewi atau Samaria? Dalam budaya Yahudi, seorang imam sangat dekat dengan ritus dan persembahan-persembahan. Ada pantangan tertentu yang menjadi aturan, bahwa ketika hendak mempersembahkan korban dan ia menyentuh mayat, maka ia sudah najis. Begitu juga dengan seorang Lewi yang juga menjadi petugas bait Allah.

    Saudaraku, sebenarnya mereka sudah tahu melakukan mana yang baik bagi sesama. Namun, faktanya mereka membiarkan kepekaan hatinya tertutup karena situasi tertentu. Itulah kenyataan yang terjadi juga dalam hidup kita. Mereka lebih baik berdiam diri daripada menolong korban perampokan tadi. Perlu kita sejenak melihat siapa orang Samaria yang baik itu. Mereka sebagai orang yang "tidak diperhitungkan" di kalangan Yahudi, justru dipakai oleh Yesus sebagai contoh. Ia tahu segala yang bagi sesama. Inilah yang diharapakan Yesus pada Anda dan saya hari ini.

    Masihkah saya "berdiam diri" ketika melihat sesuatu yang tidak beres di sekitar kita? Beranikah saya berbuat baik dan lebih lagi demi kebaikan orang lain? Atau apakah justru "penyakit pembiaran" mulai menyerang hidup kita? Mari bermenung.
   

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon