Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

13 November 2015

Renungan Hari Senin 16 November 2015

Renungan Hari Senin 16 November 2015, Mencari Suara Tuhan, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 16 November 2015


Mencari Suara Tuhan


    Beberapa hari yang lalu, saya membuka beranda (wall) Facebook saya dan melihat status dsri seorang teman yang mengesan di hati saya. Status yang ditulis teman saya itu sungguh bersifat rohani, sembari mengevaluasi diri atas ego pribadinya yang besar. Spontan saya langsung mengirim pesan kepadanya. Saya katakan kepadanya dengan nada agak sedikit menyindir, "tumben statusnya rohani?" Ternyata yang bersangkutan langsung menjawab inbox saya. "Sadar atau tidak sadar saya ingin lebih diperhatikan dan ingin menjadi pusat perhatian di manapun saya berada." Saya balas pesannya, "Sudah mulai sadar ya?" Dia menjawab bahwa pelan-pelan ingin menjadi seperti Mother Theresa dari Kalkuta yang "menyingkir" dari kenyamanannya. Masih dalam nada sedikit bercanda namun serius saya membalas kembali, "Nanti kalo keinginannya tidak kesampaian kecewa dan mengeluh lagi?" Beberpa saat saya menunggu balasan itu, namun chating kami hanya berhenti pada pertanyaan yang saya ajukan tersebut.

    Banyak dari antara kita yang berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Kita bernazar bahwa saya harus berbuat ini-itu demi kemajuan dan kebaikan kepribadian saya. Faktanya, sedikit saja orang yang mampu bertahan untuk berbuat menjadi lebih baik. Hal itu terjadi karena sadar atau tidak, masih ada sedikit ego yang tertinggal, yaitu pamrih.

    Belajar dari kisah dalam bacaan Injil, menjadi orang yang berhasil harus mengalami hidup seperti yang digambarkan dalam Injil, yaitu orang buta. Orang buta berjuang keras menemukan sumber suara dari Yesus untuk dekat pada-Ny. Maka, ada kedekatan secara intim dari si buta dengan Yesus. Iman itulah yang memberikannya hidup. Pertanyaan untuk kita, apakah kita sudah dengan sungguh-sungguh berjuang mencari suara Allah yang sebenarnya sudah menggema dalam hati kita? Atau kita terpusat pada suara ego yang buruk demi keenakan sesaat? Selamat bermenung dan berjuang.
 

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon