06 November 2015

Renungan Hari Senin 9 November 2015

http://www.santokatolik.com/2015/11/renungan-hari-senin-9-november-2015.html

Renungan Hari Senin 9 November 2015


Batu yang Hidup


    Akhir-akhir ini di beberapa paroki, ada kegiatan yang sedang trend. Tapi tunggu dulu, kegiatan ini sifatnya sangat positif kok. Apa itu? Umat bersama pastor parokinya mengerahkan segala daya upaya untuk 'mempercantik' gereja dan lingkungannya. Mereka saling bahu membahu melaksanakan kegiatan itu. Usaha 'mempercantik' gereja dan lingkungan itu antara lain: pembangunan/renovasi gedung gereja, pembangunan/renovasi aula/GSG, pembangunan/renovasi gedung pastoran, pelebaran lahan parkir, dan kegiatan lainnya. Jika kita mau menarik diri sejenak untuk bermenung, rupanya ada bahaya yang 'mengintai'! Apa itu? Ketika umat secara berlebihan tertarik pada bangunan fisiknya saja. Memang patut diakui, sarana yang nyaman dan memadai membantu umat untuk beribadah kepada Tuhan. Namun, perhatian lebih pada bangunan fisik tidak dapat dibenarkan. Seharusnya seluruh pikiran, kehendak, kekuatan, daya upaya, dan hati hanya untuk Allah. Gereja dalam arti sebenarnya bukanlah bangunan fisiknya yang megah ataupun sederhana, melainkanGereja yang hidup. Mengapa dikatakan demikian? Karena Gereja yang hidup itu dibangun dari batu yang hidup. Siapakah itu? Kita semua yang dipanggil Allah menjadi anak-anak-Nya adalah batu yang hidup yang mendasari Gereja Kristus.

    Injil hari ini menegaskan hal yang serupa. Tindakan Yesus 'mengobrak-abrik' Bait Allah itu memberi pesan ganda untuk kita. Pertama, marilah menjaga kesakralan gereja karena di situlah Allah hadir menjumpai kita, terutama dalam Ekaristi. Apakah dengan bermain HP atau gadget atau ngobrol kita sudah menyediakan diri untuk menjaga kesakralan gereja itu? Bukankah untuk berjumpa dengan Allah kita perlu menyucikan diri? Kedua, marilah menjaga kekudusan diri karena kita adalah batu hidup yang menjadi dasar Gereja Kristus.

Tuhan Yesus yang lemah lembut, jadikanlah kami layak sebagai batu yang hidup. Amin.
 

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon