Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

08 December 2015

Renungan Hari Jumat 11 Desember 2015

Renungan Hari Jumat 11 Desember 2015, Beda Yesus dan Yohanes Pembaptis, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Jumat 11 Desember 2015


Beda Yesus dan Yohanes Pembaptis


    Saudara-saudari yang terkasih, dalam Injil ditampakkan perbedaan antara Yesus dan Yohanes Pembaptis. Pertama, perbedaan itu tampak pada saat kedatangan mereka ke dunia. Yesus datang ke dunia disambut dengan lagu merdu untuk menanggapi krisis pada zaman-Nya. Ia mengharapakan manusiamenyambut cinta dan kasih Allah dengan kegirangan. Yesus juga berusaha menghibur yang sedih, menyembuhkan yang sakit, dan menghidupkan yang mati. Sementara Yohanes Pembaptis, datang dengan berpuasa yakni tidak makan dan tidak minum. Seorang yang dianggap "gila" pada zamannya sebab Yohanes menjadikan belalang sebagai makanannya dan madu hutan sebagai minumannya. Tidak hanya itu, Yohanes juga berpakaian tak lazim pada zamannya sebab ia memakai bulu unta sebagai pakaiannya dan kulit sebagai ikat pinggangnya.

    Perbedaan yang kedua terletak pada cinta dan kemurahan Allah. Yohanes Pembaptis masih menantikan cinta dan kemurahan Allah melalui kedatangan Mesias. Sementara Yesus adalah Mesias itu sendiri. Ia adalah isi cinta, sumber dari kegembiraan.

    Saudara-saudari yang terkasih, sebagai pengikut Kristus kita harus bergembira dalam mewartakan  cinta Kristus. Kita tidak boleh bersedih, apalagi risau. Kita harus selalu bergembira dalam menapaki peziarahan hidup di dunia ini. Seorang teman pernah keliru menilai kegembiraan sebab ia memiliki paham bahwa kegembiraan itu hanya terdapat pada harta milik. Ternyata banyak orang miskin yang bergembira. Ada seorang nenek yang tiap pagi menggendong cucunya mencari kayu bakar dan jamur di kebun tetangga. Jamur itu ia masak jadi sayur, cukup untuk lauk nasi baginya dan bagi cucunya. Nenek itu happy (gembira). Refleksi untuk kita, manakah yang kita pilih dalam hidup ini bergembira atau risau? Selamat bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon