16 December 2015

Renungan Hari Sabtu 19 Desember 2015

Renungan Hari Sabtu 19 Desember 2015, Berpikir yang baik, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Sabtu 19 Desember 2015


Berpikir yang baik


    Dalam bacaan Injil Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Zakaria. Berita yang Ia sampaikan membuat Zakaria terkejut dan sekaligus gembira. Namun, ia tidak percaya sehingga ia bertanya bagaimana mungkin hal itu terjadi. Baginya mengandung di usia yang sudah tidak muda merupakan hal yang sulit dipercaya. Namun berbeda dengan Allah. Jika Ia menghendaki maka segalanya terjadi. Tak seorang pun yang dapat mencegahnya.

    Sebagaiman Zakaria kita kerap kali berbuat demikian. Sekali pun kita pergi ke gereja setiap minggu, namun kita belum bisa percaya sepenuhnya pada penyelenggaraan Allah. Karena apa yang kita pikirkan tidak seturut dengan apa yang Allah pikirkan.

    Berpikir adalah salah satu kegiatan kita. Apa yang kita pikirkan itu ada baik dan yang buruk. Sambil duduk santai, kita juga sering memikirkan kembali sesuatu yang telah terjadi dan segala rencana yang akan kita perbuat. Tak jarang apa yang kita pikirkan membuat kita cemas menghadapi masa depan. Dan, tak jarang juga membuat kita optimis untuk melangkah di masa depan. Apa yang telah kita pikirkan itu tampak dalam perkataan dan perbuatan kita sehari-hari. Dapat dikatakan pikiran adalah penggerak dan yang melahirkan perkataan dan perbuatan kita. Jadi, baik buruknya perkataan dan perbuatan kita terlahir dari baik atau tidaknya apa yang telah kita pikirkan.

    Begitu juga sekarang ini, kita diajak untuk lebih berpikir sesuatu yang dapat "melahirkan" sesuatu yang baik. Sesuatu yang dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Namun perlu diingat, kebahagiaan tidak berartisekedar membuat orang lain bergembira. Lebih dari itu. Kebahagiaan sejati membawa orang lain dekat kepada Kristus yang sumber kebahagiaan. Refleksi: apakah yang kita pikirkan dan kita perbuat melahirkan dan mempengaruhi orang lain untuk bahagia dan semakin dekat dengan Allah? Atau sebaliknya melahirkan tindakan yang dibenci Allah bahkan sesama?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon