26 December 2015

Renungan Hari Selasa 29 Desember 2015

Renungan Hari Selasa 29 Desember 2015, Menantikan Tuhan di Hatiku, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Selasa 29 Desember 2015


Menantikan Tuhan di Hatiku


    Temanku belum kembali dari peperangan. Kapten, saya mohon ijin keluar untuk mencarinya. Ijin ditolak, kata perwira. Saya tidak mau kamu mempertaruhkan hidupmu. Lagi pula, kemungkinan besar temanmu sudah gugur. Namun prajurit itu pergi juga, dan sejam kemudian kembali dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Di pundaknya, dia memanggul temannya, yang sudah menjadi mayat. Perwira tadi marah sekali, Sudah kukatakan, ia sudah mati. Sekarang saya akan kehilangan kamu juga. Bagaimana, apakah masuk akal keluar mempertaruhkan nyawa hanya untuk membawa pulang sebuah jenasah? Prajurit yang hampir mati tadi menjawab, Masuk akal Kapten. Ketika aku datang, dia masih hidup. Dan ia berkata kepadaku, Jack, saya yakin kamu pasti datang.

    Seorang prajurit yang menanti kedatangan sahabatnya serupa dengan penantian Simeon untuk berjumpa dengan Yesus. Perasaan bahagia menjadi nyata dalam diri Simeon dan seluruh Bangsa Israel. Sumber cinta dan kebahagiaan tersebut telah mengunjungi umatnya dalam rupa bayi Yesus. Simeon mensyukuri lawatan Yesus itu lewat doa dan kidung pujiannya.

    Saudara-saudari yang dicintai Tuhan, Simeon adalah lambang  umat beriman yang menanti lawatan Yesus dengan bertindak tekun dalam kekudusan. memang tidak semua orang menjadi saksi atas kelahiran Yesus, namun semua dapat melihat Yesus, asalkan menanti kunjungan-Nya dengan ketekunan dan kekudusan. Kristus telah lahir ke dalam dunia, dan kita merayakan kelahiran Juru Selamat dalam keagungan Natal. Ia memang telah lahir, tetapi apakah kita sudah sungguh-sungguh mempersiapkan kunjungan-Nya dalam diri kita? Marilah kita menantikan lawatan Yesus dalam ketekunan dan kekudusan.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon