11 December 2015

Renungan Hari Senin 14 Desember 2015

Renungan Hari Senin 14 Desember 2015, Dibaptis Berarti Menjadi Nabi, Imam, dan Raja, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 14 Desember 2015


Dibaptis Berarti Menjadi Nabi, Imam, dan Raja


    Hari ini para imam dan tua-tua bangsa Yahudi mempertanyakan kuasa Yesus dalam mengajar di Bait Allah. Sikap para imam dan tua-tua bangsa Yahudi ini seakan-akan mau mengatakan bahwa orang yang berhak untuk mengajar di Bait Allah hanyalah para imam dan tua-tua saja. Yesus bukan imam dan tidak termasuk kelompok tua-tua, maka Yesus tidak punya kuasa atau hak untuk mengajar di Bait Allah.

    Saudara-saudari yang terkasih, dalam kehidupan menggereja terkadang kita seperti para imam dan tua-tua bangsa Yahudi yang mempertanyakan kuasa dan kelayakan. Namun bukan pada orang lain kita mempertanyakan kuasa dan kelayakan itu, tetapi lebih pada diri sendiri. Sering orang mengatakan bahwa dirinya tidak punya kuasa atau tidak layak untuk terlibat dalam tugas-tugas ibadat atau doa di lingkungan dan stasi. Hanya romo atau pengurus stasi yang punya kuasa atau layak untuk memimpin ibadat atau doa. Pandangan seperti ini salah dan harus diubah. Mengapa? Karena membuat kita selalu ketergantungan sehingga tidak bisa mandiri.

    Yesus hari ini menyinggung soal baptis. Bagi kita . Bagi kita orang Katolik dibaptis berarti dipanggil dan diutus menjadi nabi, imam, dan raja. Sebagai nabi berarti kita bertugas menjadi pewarta Sabda Allah. Sebagai imam berarti bertugas untuk menguduskan lewat doa dan cara hidup. Sebagai raja berarti kita dipanggil untuk memimpin.

    Sebagai orang yang sudah dibaptis, seharusnya kita tidak perlu lagi mempertanyakan kuasa dan kelayakan kita untuk bertugas dalam perayaan di gereja, doa di lingkungan atau di stasi. Lewat baptisan yang kita terima kita semua sudah dilayakan unuk menjadi pelayan dalam perayaan peribadatan dan doa-doa di lingkungan maupun di stasi.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon