25 December 2015

Renungan Hari Senin 28 Desember 2015

Renungan Hari Senin 28 Desember 2015, Mau jadi Seperti Siapakah Saya, Renungan Harian, Santo Katolik Dot ComRenungan Hari Senin 28 Desember 2015

Mau jadi Seperti Siapakah Saya?

    Melalui bacaan Injil hari ini, kita bisa belajar dari tokoh-tokoh yang ada dalam bacaan Injil, yaitu Yusuf, Herodes, bayi Yesus, dan Ibu-Nya. Yusuf adalah tipe orang yang peka terhadap situasi di sekitarnya dan ia merupakan penjaga atau pelindung. Ia adalah orang yang selalu  ada untuk orang lain. Sementara Herodes adalah tipe orang yang egois dan akan melakukan segala cara supaya apa yang diinginkannya tercapai. Yusuf dan Herodes keduanya memiliki karakter yang sangat bertentangan.

    Antara Yusuf dan Herodes, hadir bayi Yesus dan Ibu-Nya. Bayi merupakan lambang kepolosan, kemurnian, kesucian. Sementara ibu melambangkan sosok pengasuh, pendidik. Sosok ibu sebagai pengasuh sangat berpengaruh bagi perkembangan anak yang diasuhnya terutama karakternya. Akan menjadi seperti apa seorang anak ketika dewasa tergantung bagaimana dan apa yang ditanamkan dalam dirinya.

    Saudara-saudari yang terkasih, selama masa natal, kita merenungkan Tuhan Yesus yang lahir ke dunia sebagai bayi yang polos, murni dan suci. Kelahiran Tuhan Yesus yang kita renungkan pada masa ini, juga merupakan peristiwa kelahiran kita kembali secara spiritual dengan hati yang polos, murni dan suci. Hati kita yang polos, murni dan suci ini perlu diasuh dan dibentuk dalam perjalanan hidup kita selanjutnya. Dan untuk itu kita perlu tuntunan.

    Sangat menarik bahwa bacaan Injil yang menjadi panduan kita dalam hidup, hari ini mengajak kita merenung dengan dua pertanyaan. Pertama, siapkah kita menjadi pengasuh bagi hati kita? Kedua, jika kita siap, kira-kira akan membentuk seperti hati siapakah kita, Yusuf atau Herodes? Orang yang perduli atau yang orang yang egois yang mementingkan diri sendiri. Selamat bermenung dan semoga kita bisa menjadi penuntun bagi diri sendiri dan oarng lain.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon