04 December 2015

Renungan Hari Senin 7 Desember 2015

Renungan Hari Senin 7 Desember 2015, Meninggalkan Kenyamanan Diri, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 7 Desember 2015


Meninggalkan Kenyamanan Diri


    Kekeringan melanda di banyak daerah di Indonesia, baik di pulau Jawa maupun di tempat lain. Warga mengalami kekurangan air. Lahan pertanian kering kerontang. Fenomena alam seperti ini bukanlah kali pertama. Alam tidak bersahabat akibat keserakahan manusia. Akibatnya, orang lain dan makhluk-makhluk sekitarnya turut menjadi korbannya. Bagi petani yang menggantungkan hidupnya pada alam akan sangat merasakan dampak dari kekeringan. Dengan adanya kekeringan dengan sendirinya produksi pangan menurun dan bertambahnya kelaparan. Keadaan demikian memaksa seseorang melakukan apa pun demi mendapatkan makanan. Sehingga di sana-sini terjadi kriminalitas.

    Kesadaran membangun SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas akan mendobrak keterpurukan kita. Pendidikan yang utuh, tidak melulu intelektual menjadi dasar terciptanya kehidupan yang seimbang. Pendidikan rohani dan emosional adalah bagian dari pendidik utuh. Dan, di dalamnya terdapat kepekaan terhadap lingkungan dan sesama.

    Melalui kejahatannya, manusia telah merusak citra Allah. Karena cinta-Nya kepada manusia, Ia mengutus Putera-Nya yang tunggal. Ia rela meninggalkan"tahta-Nya" untuk mengajar dan menyembuhkan manusia. Allah juga menghendaki kita agar meninggalkan kenyamanan diri demi kehidupan bersama. Meninggalkan berarti keluar dari diri sendiri dan berani ambil bagian terhadap realita di luar diri. Untuk itu, kita harus masuk secara mendalam dalam pergulatan hidup bersama. Sikap acuh tak acuh dan mementingkan kepentingan diri sendiri mesti disangkal. Mungkin kita tidak sadar bahwa kita dapat melakukan hal sederhana yang berdampak besar bagi dunia. Contoh konkritnya adalah menanam pohon. Butuh kerelaan dan kerendahan hati untuk dapat melakukannya. Sudahkah saya meninggalkan kenyamanan diri demi kehidupan dan kebaikan bersama?


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon