12 January 2016

Renungan Hari Jumat 15 Januari 2016

Renungan Hari Jumat 15 Januari 2016, Berempati, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Jumat 15 Januari 2016


Berempati


    Saat Gunung Sinabung mengalami erupsi terbesar pada akhir tahun 2013, saya bersama teman frater lainnya diutus ke Tanah Karo. Kami menjadi relawan. Di tempat pengungsian, saya menyaksikan dan mengalami solidaritas yang luar biasa dari banyak orang. Ada satu kata yang kiranya tepat untuk menggambarkan emosi seperti itu, yaitu empati.

    Empati itu tidak sekedar merasa kasihan atas kesusahan orang lain tetapi lebih lagi. Empati mendorong orang untuk bergerak membantu sebisa mungkin mereka yang kesusahan.

    Dalam bacaan Injil hari ini, saya tertarik untuk membahas orang banyak yang ada di bawah rumah Yesus dan empat orang yang menggotong orang lumpuh. Agak mustahil, bila orang banyak yang ada di muka pintu tidak menyadari kehadiran orang lumpuh yang digotong dengan tilam itu. Saya merenungkan bahwa orang banyak itu melihat bahkan mungkin menaruh simpati kepada si lumpuh, "kasihan sekali orang lumpuh itu!". Tetapi, mereka berhenti hanya sebatas simpati, toh tetap saja mereka tidak membuka ruang agar si lumpuh dapat lewat. Sementara itu, empat orang yang menggotong si lumpuh sungguh-sungguh menaruh empati. Sebenarnya bisa saja mereka menyerah dan menunggu saja atau malah meninggalkan si lumpuh. tapi itu tidak mereka lakukan. mereka berkorban (mencari ide dan memanjat tangga untuk ke atap rumah) bukan demi kebaikan mereka sendiri tapi demi orang lain.

    Saudaraku yang terkasih, coba kita renungkan, sudah seberapa sering kita merasa kasihan atas musibah atau kesusahan orang lain? Misalnya, saat kita melihat pengemis yang cacat, kita cepat berkata: "ah, kasihan." Kita menunjukan rasa simpati, namun tidak berbuat apa-apa. Orang-orang yang sedang dalam kesulitan itu membutuhkan lebih dari sekedar simpati! Apa yang bisa aku lakukan saat bertemu orang yang kesusahan? Beranikah aku berkorban demi sesama, meskipun saya tidak dapat keuntungan apapun seperti halnya empat orang yang menggotong si lumpuh tadi?

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon