11 January 2016

Renungan Hari Kamis 14 Januari 2016

Renungan Hari Kamis 14 Januari 2016, Tiga Skema Iman, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 14 Januari 2016


Tiga Skema Iman


    Umat Allah yang terkasih, bacaan Injil hari ini berbicara tentang mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus pada seorang kusta. Kalau kita renungkan, bacaan dari Injil Markus 1:40-45 memiliki tiga skema (urutan) yang unik. Tiga skema (urutan) itu kita sebut saja sebagai Tiga Skema Iman. Skema pertama (Mrk 1:40) berisi tentang permohonan atau ungkapan iman dari si kusta. Injil Markus melukiskan bahwa si kusta melakukan tiga tindakan iman, yaitu (1) datang kepada Yesus, (2) berlutu di hadapan-Nya, dan (3) memohon kepada-Nya. Apa yang dikukan oleh si kusta mau menunjukkan kepercayaannya yang total pada Yesus. Baginya, Yesus adalah jawaban atas kebutuhan pokoknya, yaitu kesembuhan. Ia menggantungkan harapannya dan meyerahkan hidupnya hanya pada Yesus.

    Skema kedua (Mrk 1:41-44) berisi tentang reaksi dan perintah Yesus. Injil Markus melukiskan bahwa inisiatif untuk menyembuhkan si kusta bukan berasal dari ungkapan iman atau permohonan si kusta, tetapi berasal dari kehendak hati Yesus. mengapa? Karena dorongan untuk datang pada Yesus pun berasal dari karya Roh-Nya. Kemudian, Injil markus melukiskan mukjizat penyembuhan si kusta yang dilakukan Yesus dan pemberian perintah dari-Nya. Apa yang dilakukan Yesus mau mengatakan bahwa karya kesembuhan-Nya itu secara lansung dialami oleh manusia yang percaya pada-Nya.

    Skema ketiga berisi tentang ketidakpatuhan si kusta. Kesembuhan yang ia rasakan malah membutakan dirinya; ia lupa akan perintah Yesus sehingga karya-Nya mengalami hambatan. Walaupun demikian, toh karya Yesus bagi semua orang tetap terlaksana. Skema ketiga ini mau mengatakan bahwa rahmat /karunia dari Allah bukan hanya milik kita sendiri, tetapi karunia/rahmat-Nya adalah milik semua orang. Tiga skema iman tersebut adalah gambaran perjalanan iman kita dengan segala lika-likunya. Apakah kita masih memperjuankan iman kita? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon