24 January 2016

Renungan Hari Rabu 27 Januari 2016

Renungan Hari Rabu 27 Januari 2016, Mengantisipasi Kenyataan, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Rabu 27 Januari 2016


Mengantisipasi Kenyataan


    Banyak hal dari Kitab Suci yang baru-baru ini saya ketahui maknanya. Pemahaman saya dulu mengatakan bahwa Allah selalu menasehati dan menegur orang yang berlimpah hartanya. Berarti Allah selalu memihak orang yang miskin. Kita baca saja kisah orang kaya yang sukar masuk Kerajaan Allah, persembahan janda miskin, hati-hati terhadap alhi Taurat, dsb. Permenungan saya tentang Injil hari ini yaitu, Allah memihak pada semua orang .

    Saudara-saudari yang terkasih, Firman yang ditaburkan di bebatuan, di semak berduri dan di tanah yang baik, adalah gambaran nyata dari kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Firman yang jatuh di bebatuan adalah kritikan Yesus terhadap orang yang kurang hartanya. Firman yang jatuh di semak berduri adalah kritikan Yesus terhadap orang yang berlimpah harta. Firman yang jatuh di tanah baik, hal itulah yang harus kita miliki. Yesus telah mengantisipasi kenyataan yang akan terjadi. Bagi orang yang merasa kurang hartanya, kebanyakan jika dihadapkan pada kenyataan penindasan dan penganiayaan, akan banyak yang tidak bertahan, agar harta yang sedikit itu jangan dirampas dari padanya. Malahan banyak yang menurut saja kepada si penindas. Maka hidupnya semakin tidak berakar. Orang yang berlimpah hartanya akan dihimpit oleh kekuatiran duniawi. Semakin berlimpah hartanya, semakin ia memuji diri ddan uang yang dihasilkannya, lupa memuji pemberi hidupnya.

    Banyak dari kita memang lahir dari keluarga tidak mampu, dan juga lahir dari keluarga berlimpah hartanya. Jika itulah kenyataannya, marilah kita menggarap lahan kita agar semakin subur. Marilah kita memecahkan batu-batu dalam hidup kita dan kita bakar semak berduri agar dapat menjadi lahan yang baik bagi perkembangan benih sabda Allah. Batu dapat menjadi penopang benih yang baru tumbuh, dan semak dapat menjadi pupuk yang bagi bagi tanah. Marilah antisipasi kenyataan yang terjadi dalam diri kita masing-masing.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon