16 January 2016

Renungan Hari Selasa 19 Januari 2016

Renungan Hari Selasa 19 Januari 2016


Pilihan Allah atas Manusia


    Raja Saul melakukan pelanggaran dan ditolak oleh Allah (bdk. 1Sam 15:1-35), dan oleh karena itu Allah memilih Daud (1Sam 16:1-13) untuk menjadi raja Israel. Proses pemilihan Daud lain dari kebiasaan zaman sekarang. Tuhan memilih Daud sesuai dengan kehendak-Nya. Demikianlah seterusnya gaya dan cara pemilihan Allah atas para nabi dan raja. Dari kedelapan anak Isai, Daud adalah yang bungsu. "Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok" (1Sam 16:12). Sebenarnya ada anak Esai yang perawakannya lebih meyakinkan seperti Eliab (anak sulung Esai). Bahkan, Samuel terkesan terhadap Eliab, "Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya" (1Sam 16:6). Tetapi, Tuhan bersabda kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (1Sam 16:7). Seturut kehendak Tuhan, akhirnya Samuel pun mengurapi Daud.

    Demikianlah juga Yesus dalam Injil hari ini. Ketika orang Farisi memprotes tindakan para murid-Nya, Yesus membela para murid-Nya. Ia tahu apa yang ada dalam hati manusia. Ia memilih manusia dan belas kasih daripada hukum. tentu dalam hal ini Yesus tidak bermaksud untuk mengabaikan hukum. Perlawanan Yesus terhadap kepicikan orang farisi itu menunjukkan bahwa orang seharusnya melihat inti dan maksud terdalam dari setiap hukum. Kiranya cara pandang Allah itu semestinya menjadi cara pandang kita juga dalam berhadapan dengan hukum dan sesama dalam hidup bersama.

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup meturut kebenaran-Mu (Mzm 86;11).


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon