31 January 2016

Renungan Hari Selasa 2 Februari 2016

Renungan Hari Selasa 2 Februari 2016, Nenek, kakek dan cucu, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Selasa 2 Februari 2016


Nenek, kakek dan cucu


    Kebanyakan orang yang usia lanjut (nenek dan kakek) akan merasa senang jika cucu-cucunya ada bersama dengan mereka. Meskipun sang cucu tidak berbuat apa-apa, namun kehadirannyya sangat dinantikan oleh sang kakek dan nenek. Bahkan terkadang cucu yang berkumpul membuat keributan. "Namanya juga anak-anak; yang satu minta makan, yang lain tidak mau ditinggal; yang lain mempunyai manian, yang lain juga menginginkan mainan yang sama". Begitulah sang nenek menceritakan keramaian cucu-cucunya yang sedang berkumpul. Namun, jika semua tidak ada, rumah terasa sepi, sunyi seperti tidak berpenghuni.

    Simeon dan Hana dikatakan dalam Injil sebagai orang yang saleh. Simeon menantikan penghiburan bagi Israel. Hana, sebagai nabi perempuan diberi keterangan sudah lanjut usianya. Keduanya menerima kedatangan Yesus. Tradisi orang Yahudi seorang ibu mentahirkan dirinya, pada usia ke-40 sesudah melahirkan anaknya. Betapa girangnya hati Simeon dan Hana ketika menerima Yesus. Dalam ayat 28 dikatakan bahwa Simeon mengambil anak itu (Yesus), dan menatang-Nya sambil memuji Allah. Kegembiraan kedua orang saleh tersebut dapat dirasakan seperti seorang kakek dan nenek yang didatangi oleh cucunya. Ungkapan kegembiraan hadirnya Yesus dalam Bait Allah.

    Empat puluh hari setelah Natal, Gereja memperingati Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah. Penekanannya bukan pada pentahiran, tetapi penyerahan Yesus di Bait Allah. Ia sebagai penyelamat yang dijanjikan oleh Israel. Ialah yang dinantikan oleh banyak orang, termaksud Simeon. Dari peristiwa ini, kita harusnya bertanya, sungguhkah dalam pergaulan sehari-hari kita menghadirkan Yesus yang memberi sukacita bagi setiap orang? Selamat bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon