01 January 2016

Renungan Hari Senin 4 Januari 2016

Renungan Hari Senin 4 Januari 2016, Sekolah Iman yang Pertama, Renungan Harian, Santo Katolik Dot ComRenungan Hari Senin 4 Januari 2016

Sekolah Iman yang Pertama

    Marlan adalah seorang kepala keluarga yang tak pernah ikut doa lingkungan, apalagi ibadat atau Misa di gereja, demikian juga istrinya dan kedua anaknya. Padahal, mereka semua adalah orang-orang katolik dan mengaku diri sebagai katolik.

    Pada hari yang ditetapkan, umat katolik mengadakan doa Rosario di rumah Bapak Marlan. Sontak, seisi rumah Bapak Marlan kebingungan. Baik Pak Marlan, Istri dan kedua anak mereka hanya bisa membuat tanda salib dan tidak bisa mengucapkan doa-doa dasar katolik: Aku Percaya, Bapa Kami Salam Maria, kemuliaan dan lain-lain. Bapak Marlan pun malu bukan kepalang, tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga tidak ia kerjakan, demikian juga sang istri.

    Saudara-saudari, salah satu tanggung jawab yang dimiliki orangtua katolik ialah mendidik anak-anak mereka dalam iman katolik. Kisah keluarga Pak Marlan di atas merupakan sekelumit kisah ketidaksuksesan mendidik anak dalam iman. Orangtua semetinya menjadi guru iman yang terdekat dengan anak. Bagaimana anak tahu cara berdoa, bentuk doa, perintah dan larangan Tuhan dan siapa Tuhan, jika orangtua tak pernah mengajarkannya?

    Yesus dalam bacaan Injil hari ini pun mengajar dalam rumah-rumah ibadat (Mat 4:23b). Yesusmemberikan contoh konkret mewartakan Kerajaan Allah. Ia menggunakan pengajaran sebagai satu sarana yang efektif untuk pewartaan itu. Dengan pengajaran, mata dan telinga orang terbuka akan suatu yang diwartakan dan tentu memperoleh pengetahuan dari padanya.

    Keluarga sebagai contoh sekolah iman yang pertama berperan dalam pewartaan iman sebagaimana Yesus lakukan. Contoh yang diberikan Yesus kita hidupi dalam konteks keluarga. Keluarga punya tugas mengajar dan mendidik anak-anak, sehingga kelak mereka akan mampu membedakan ajaran yang benar dan palsu (Bdk. 1Yoh 4:1-6). Mari bermenung.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon