24 February 2016

Renungan Hari Jumat 26 Februari 2016

Renungan Hari Jumat 26 Februari 2016, Kembalikanlah, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Jumat 26 Februari 2016


Kembalikanlah!


    Para pembaca yang terkasih, dalam pengalaman hidup sehari-hari mungkin kita pernah menerima kepercayaan yang diberikan seseorang, misalnya orangtua memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk mengelola uang saku, seorang supervisor memberikan kepercayaan kepada para karyawan untuk bekerja secara maksimal, seorang istri memberikan kepercayaan kepada suami untuk mencari nafkah atau sebaliknya, dan pengalaman-pengalaman lainnya. Pastilah ada berbagai alasan mengapa orang memberikan kepercayaan kepada orang lain tetapi kalau kita  mau merenung lebih dalam, ada satu alasan dasarlah, yaitu karena cinta. Memang terdengar aneh kalau kepercayaan itu didasari oleh cinta, tetapi apakah ada alasan dasariah yang lain, kecuali cinta? Bukankah karena cinta orang menghilangkan rasa curiga, prasangka, negative thingking, dan c emburu? Bukankah karena cinta orang mau memberikan kepercayaan kepada kita?

    Para pembaca yang terkasih, pesan bacaan Injil hari ini berbicara tentang kepercayaan. dalam Injil diceritakan bahwa si pemilik kebun anggur menyewakan kebun anggurnya kepada para penggarap. kata "menyewakan" kita pahami sebagai "pemberian kepercayaan". Namun, karena kerakusan dan keegoisan para penggaraplah, kepercayaan itu dinodai. para penggarap lupa akan siapa dirinya. Sebagai manusiapun, kita juga diberikan kepercayaan oleh Allah dalam berbagai bentuk, seperti talenta, harta, jabatan, dan lainnya. Namun, apakah kita sudah mengembalikan kepercayaan itu kepada Allah dengan membagikan harta untuk orang yang membutuhkan, menggunakan talenta dan jabatan untuk melayani orang lain? Ataukah kita menggunakannya untuk "kesenangan dan kebahagiaan pribadi"? Sebelum Allah mengambil itu semua, kembalikanlah kepada yang mempercayakannya kepada kita, yaitu Allah. Ingatlah kita hanya "para penggarap kebun anggur" Allah. Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon