Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

03 February 2016

Renungan Hari Jumat 5 Februari 2016

Renungan Hari Jumat 5 Februari 2016, Resiko Tindakan, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Jumat 5 Februari 2016


Resiko Tindakan


    Dalam hidup sehari-hari sebelum bertindak kita memikirkan apa resiko  yang akan menyertai dari tindakan kita itu? Ada resiko yang menyenangkan dua belah pihak, namun juga yang lebih fatal yaitu merugikan semua pihak. Namun bagaimana pun situasi yang demikian juga menuntut kita untuk mengambil keputusan. Tanpa keberanian untuk mengambil resiko atas tindakan kita, kita akan terjebak dalam kemandegan atau tidak ada kemajuan sedikit pun dari tindakan kita.

    Saudaraku, Injil hari ini mengisahkan peristiwa tragis yang menimpa Yohanes Pembaptis. Resiko yang harus ia terima ketika ia mengingatkan Herodes yang mengambil Herodias isteri saudaranya, Filipus adalah penyiksaan bahkan pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis. Herodes pun sebenarnya terjebak dalam dilema. Ia tahu posisi Yohanes adalah orang benar dan suci. Kata-katanya pun mengetarkan hatinya. namun ia juga sudah terjerat janji untuk memberi segala sesuatu yang berharga di hari kelahirannya itu.

    Herodes senang melihat anak perempuan Herodias yang menari-nari, lalu apa pun yang ia minta akan diberikan. Anak tersebut minta pertimbangan ibunya Herodias. Saat itulah resiko dari tindakan Yohanes sebelumnya yang menjadi dendam Herodias, harus diterimanya. Kepalanya dipenggl dan ia pun wafat.

    Apa permenungan bagi kita hari ini? Dari Injil hari ini kita diajak untuk melihat kebenaran sebagai sesuatu yang bernilai dari dirinya sendiri yang harus diperjuangkan, apapun resikonya. Kemudian, dalam situasi yang membingungkan sekali pun kita diajak untuk bijak dalam mengambil keputusan. Maka, kita akan dapat mengambil keputusan dalam hidup secara tepat jika kita mulai menimba kebijaksanaan itu dalam keheningan. Khususkan waktu untuk Tuhan mohon kebijaksanaan dalam setiap keputusan hidup dan segala resiko yang menyertai tindakan kita. Beranikah saya mengambil resiko dalam hidup? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon