08 February 2016

Renungan Hari Rabu 10 Februari 2016

Renungan Hari Rabu 10 Februari 2016, Hari ini adalah hari penyelamatan, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Rabu 10 Februari 2016


Hari ini adalah hari penyelamatan


    Saudara-saudari yang terkasih, pada hari rabu abu ini, gereja semesta mengajak kita semua untuk berpantang dan berpuasa, sebagai bentuk pertobatan dari dalam diri kita. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menekankan pentingnya bertobat. Seperti yang dikisahkan dalam Kitab Nabi Yoel, Allah menghendaki kita untuk berbalik kepada-Nya sekarang juga! (Yl 2:12). Kekudusan adalah jalan yang harus kita lalui dan kita kejar. Pertobatan dalam konteks Nabi Yoel, adalah agar bangsanya dijauhkan dari kemalangan dan penderitaan, karena sudah banyak dosa yang diperbuat. Konteks tersebut tidak menutup kemungkinan untuk interpretasi pada zaman ini, yaitu pertobatan demi menjaga perdamaian bangsa dan negara kita.

    Rasul Paulus menegaskan dengan lebih jelas. Ia menekankan bahwa, hari inilah hari penyelamatan itu (2Kor 6:2). Janganlah kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah (pribadi Yesus) yang telah dan selalu kita terima (bdk. 2Kor 6:1). Kasih karunia Allah seharusnya kita arahkan pada perbuatan baik, seperti memberi sedekah, tekun berdoa, dan berpuasa (Mat 6:1-6,16-18). Tiga hal ini adalah acuan bagi kita untuk menjalani masa pra-paskah, agar pada kebangkitan Yesus nanti, jiwa, roh, dan badan kita ikut bangkit dan dilahirkan secara baru.

    Abu yang kita terima di dahi kita adalah tanda dan meterai bagi kita untuk mengingatkan, betapa kecil dan rendahnya kita karena dosa yang selalu kita lakukan, tetapiberkat kasih karunia Allah, kita dimampukan untuk berbalik kepada-Nya. Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita bersama-sama membangun 3 keutamaan pra-paskah ini(sedekah, berdoa, berpuasa), agar Allah selalu menunjukkan belaskasih-Nya kepada kita. Dalam pertobatan yang kita lakukan ini, baiklah kita bersama gereja universal menghaturkan ujud doa bagi setiap ciptaan Tuhan, agar setiap bangsa, budaya, dan negara mampu melakukan pemeliharaan dan perlindungan terhadap alam ciptaan yang berguna bagi generasi di masa depan.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon