15 February 2016

Renungan Hari Rabu 17 Februari 2016

Renungan Hari Rabu 17 Februari 2016, Berbenah diri, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Rabu 17 Februari 2016


Berbenah diri


    Ingatkah kita akan kisah Yunus? Saudara, para guru Sekolah MInggu mungkin sudah akrab dengan kisah Nabi Yunus. Nabi Yunus diminta Allah untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Memang Yunus enggan untuk menerima tugas yang berat itu, maklum Niniwe adalah kota besar yang memiliki moral yang kurang baik. Penolakan Nabi Yunus ditunjukkan dengan pelariannya ke tempat lain yang jika dilihat secara geografis semakin menjauh dari Kota Niniwe. Namun akhirnya ia dibuang ke laut dan dimakan ikan yang besar. Tiga hari kemudian Yunus sampai ke kota Niniwe. Ia mulai mewartakan apa yang dikatakan Allah kepadanya, supaya orang-orang Niniwe bertobat.

    Injil hari ini, Yesus mengajak para pendengar untuk melihat tanda-tanda yang telah terjadi pada masa perjanjian lama. Ia menyinggung kembali yanda Nabi Yunus. Ditegaskan bahwa orang-orang Niniwe mulai bertobat setelah pewartaan Nabi Yunus. Yesus kemudian menjelaskan bahwa yang hadir kini melebihi tanda nabi Yunus. meskipun demikian, mereka masih ada yang kurang percaya.

    Saudara-saudari yang terkasih, sering kali kita melihat bahwa tugas kitalah yang paling berat. Perasaan ini membuat kita sebisa mungkin menjauh dari tugas yang dipercayakan kepada kita. Kita ambil contoh saja kegiatan kita di gereja ketika kita mendapat tugas; Mazmur, Lektor, memberi renungan, Memimpin Ibadat dan lain sebagainya. Tuhan menggunakan kita lewat tugas-tugas tersebut. Namun apakah kita menerima tugas yang diberikan kepada kita dengan hati gembira karena boleh ambil bagian dalam perwartaan kabar Gembira? Ataukah kita menolak dengan tambahan bersungut-sungut? Pada masa Prapaskah ini kita diajak untuk berbenah diri; Meluruskan apa yang masih bengkok dalam hidup kita, mau belajar apa yang masih kurang dalam hidup kita, dan masih banyak hal lain yang harus kita benahi. Mampukah kita berbenah diri? Selamat bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon