29 February 2016

Renungan Hari Rabu 2 Maret 2016

Tags
Renungan Hari Rabu 2 Maret 2016, Jangan sembunyi-sembunyi, Renungan Harian, Santo Katolik Dot ComRenungan Hari Rabu 2 Maret 2016

Jangan sembunyi-sembunyi

    Tekanan Injil hari ini adalah upaya Yesus untuk menyerang legalisme orang-orang Farisi. Kisah Injil ini merupakan 'pagas' dari karya-karya Yesus selnjutnya, agar mereka dan orang-orang Yahudi tahu, bahwa kehadiran Yesus bukan untuk meniadakan Hukum Taurat. Yesus memberikan keterangan lebih lanjut bagi mereka untuk taat kepada Hukum Taurat. Orang-orang yang meniadakan salah satu Hukum Taurat, meskipun hukum yang kecil, akan mendapatkan tempat yang lebih rendah di dalam kerajaan Surga. Yesus memakai standar tinggi bagi orang-orang yang sungguh berbakti kepada Allah. Perkara yang hadir bukan hanya masuk dalam Kerajaan Surga, tetapi sungguh memiliki tempat tinggi di dalam Kerajaan-Nya.

    Yesus tidak menyukai orang-orang yang bersembunyi di balik kesucian. Segala yang tampak dari luar, seharusnya mengakar dari dalam, bukan menyembunyikan keborokan. Banyak aspek yang melatarbelakangi kita untuk menyembunyikan kejelekan, dan bertindak seolah kita yang paling mampu. Salah satu aspek yang melatarbelakangi itu adalah perasaan "takut". Dalam permenungan saya, 'ketakutan' yang kita alami saat ini memiliki banyak kesamaan saat kita masih anak-anak. Anak-anak bersembunyi saat ingin bermain Play station. Anak-anak juga diam-diam keluar rumah untuk bermain, padahal besok ada ulangan di sekolah, dsb. Sesuatu yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan menutupi-nutupi menggandaikan bahwa kita sadar perbuatan itu dilarang dan kita takut diketahui orang lain.

    Ketakutan yang negatif itu hendaknya tidak terus-terusan menempel dalam diri kita. Jika kita sudah menganggap diri sebagai oranf dewasa, marilah kita meninggalkan ketakutan yang negatif itu. Sebenarnya ketakutan itu diarahkan pada ketakutan untuk tidak berbuat baik, dengan demikian kita gelisah jika tidak melakukan apa yang kita anggap baik.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon