22 February 2016

Renungan Hari Rabu 24 Februari 2016

Renungan Hari Rabu 24 Februari 2016


Ketakutan dan kecemasan


    Dalam dinamika kehidupan manusia pasti pernah mengalami kekhawatiran. Kekhawatiran akan membuat seseorang menjadi takut dan bahkan membuat mental menjadi sangat lemah. Dalam situasi ini seseorang akan lebih memerlukan perlindungan dan juga pertolongan dari Tuhan dan sesamanya. Ia tidak akan tinggal diam dan berusaha mencari solusi agar kekhawatiran dan ketakutannya dapat teratasi dengan baik.

    Manusia lemah dan tak berdaya bila hanya mengandalkan dirinya saja. Tetapi akan menjadi kuat bila selalu berserah dan memohon perlindungan dari Tuhan. Pernahkah Anda merasa takut dan cemas dalam menghadapi setiap masalah yang sedang terjadi dalam hidup Anda? Saat saya mengalami ketakutan dan kecemasan biasanya saya berlutut dan memohon kepada Tuhan supaya Dia tetap menyertai hidup saya. Ketika sudah demikian saya akan merasa tenangkembali.

    Dalam hal ini kita bisa menilik dari bacaan Injil hari ini. Di mana Yesus memanggil kedua belas murid-Nya saat akan pergi ke Yerusalem. Yesus mengatakan "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam dan ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi dia hukuman mati, dst." Ketika itu Yesus sudah mempunyai firasat buruk yang akan terjadi pada-Nya. Bila direnungkan bersama, kata-kata Yesus itu menggambarkan adanya kepasrahan diri. Dia mengetahui peristiwa yang akan terjadi pada diri-Nya. Namun hal itu adalah sebuah peristiwa yang akan menyelamatkan manusia dari dosa. Maka, marilah kita bersama menyadari dan bersiap diri untuk menghadapi ketakutan dan kecemasan dari masalah yang sedang dihadapi. Jadikanlah masalah itu menjadi kekuatan bagi kita untuk selalu berserah dan pasrah pada kehendak Tuhan yang akan selalu melindungi hidup kita.

Tuhan bantulah aku untuk selalu berserah dan memohon perlindungann-Mu dan setiap masalah yang sedang aku alami. Jadikanlah segala ketakutan dan kecemasan sebagai kekuatanku untuk selalu mengingat Engkau. Amin.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon