Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

11 February 2016

Renungan Hari Sabtu 13 Februari 2016

Renungan Hari Sabtu 13 Februari 2016, Semoga bisa seperti Yesus, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Sabtu 13 Februari 2016


Semoga bisa seperti Yesus


    Pemungut cukai pada zaman Yesus dipandang sebagai orang berdosa karena tega memeras saudara sebangsanya. Selain itu mereka juga adalah kepercayaan penjajah yaitu penguasa Romawi. Ketika penguasa Romawi menetapkan pajak yang harus dibayar yaitu sepuluh ribu, para pemungut cukai meminta pajak kepada masyarakat sebesar lima belas ribu. Sepuluh ribu mereka serahkan untuk penguasa Romawi, lima ribu untuk mereka sendiri. Begitulah gambaran pemungut cukai melakukan tugasnya dan itulah sebabnya mereka dibenci fan dianggap orang berdosa.

    Kisah perjumpaan Yesus dengan Lewi si pemungut cukai bisa kita jadikan sebagai bahan permenungan . Dalam perjumpaan-Nya dengan Lewi, Yesus menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang-orang farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus menunjukkan kasih keada Lewi dengan berkata, "Ikutilah Aku". Kasih Yesus kepada Lewi, menggerakkan hati-Nya, lalu meminta Lewi bertobat dan mengikuti-Nya. Kasih Yesus menumbuhkan nkepedulian. Sementara orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menunjukkan rasa benci dengan bertanya, "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Pertanyaan ini sebenarnya mau mengatakan "Jangan berteman dengan orang berdosa!" Kebencian melahirkan ketidakpedulian kepada Lewi yang dipandang berdosa.

    Saudara-saudari yang terkasih, di tengah-tengah masyarakat pasti ada orang-orang yang perbuatannya merugikan orang lain. Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kita bertanya dalam hati, bagaimana sikapku kepada orang yang perbuatannya merugikan orang lain. Apakah kita menunjukkan sikap kepedulian seperti Yesus, sehingga mengajak mereka kembali ke jalan yang benar? Atau kita justru seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang karena benci, menjadi tidak peduli lalu membiarkan mereka begitu saja terus menerus merugikan orang lain? Semoga kita bisa seperti Yesus yang peduli.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon