Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

18 February 2016

Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2016


Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2016, Jangan takut, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Sabtu 20 Februari 2016


Jangan takut


    Di suatu pagi yang ramai di lapangan basilika St. petrus terjadi peristiwa yang mungkin tidak akan pernah terlupakan dunia. Ketika Paus Yohanes Paulus II menyapa umat dengan mengendarai sebuah mobil jib terbuka, tiba-tiba terdengar suara letusan keras dari antara orang banyak. Tak lama setelah itu, Bapa Suci rebah, darah mengalir menembus jubah putihnya. Ia tertembak di dada tak jauh dari jantung hidupnya. Bapa Suci segera dibawa ke rumah sakit dan pelaku segera tertangkap.

    Bapa Suci terlewat dari maut dan ia akhirnya pulih. Peristiwa penembakan itu menjadi sebuah rahmat yang tersembunyi. Peristiwa itu mendatangkan peristiwa yang lebih luar biasa lagi. Setelah benar-benar pulih dan dapat kembali beraktivitas, pilihan pertama Bapa Suci adalah menjumpai Ahmed Aqca, orang yang menembaknya itu di penjara kota Roma. Tanpa rasa dendam, bapa Suci berdialog, memeluknya, dan memaafkan dirinya. Bapa Suci memaafkan jiwa Ahmed yang tersesat.

    Saudaraku, Injil hari ini benar-benar terlaksana lewat teladan salah satu pribadi yang pernah memimpin kita, Paus Yohanes Paulus II. Kita pun bisa berbuat seperti beliau. Saat kita tidak bisa berbuat sepertinya, beliau mengerti apa yang kita rasakan. Dalam masa jabatan pontifikalnya, Paus Yohanes Paulus II berpesan, singkat namun padat: Do not Be Afraid/ JANGAN TAKUT! Kita hendaknya jangan takut memaafkan orang yang berbuat sejahat apapun kepada kita.

    Perbuatan jahat memang jahat, namun orang yang berbuat jahat masih memiliki kebaikan di jiwanya. Oleh karena itu kita terpanggil untuk menyelamatkan jiwa orang yang tersesat yang berbuat jahat. lagi-lagi pesan Paus Yohanes Paulus II: kita harus mengutuk perbuatan jahat bukan orang yang melakukan perbuatan itu. Saudaraku, hari ini saya belajar untuk tidak takut memaafkan. Sulit memang tapi bukan mustahil. Bagaimana dengan Anda?
   

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon