Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

07 February 2016

Renungan Hari Selasa 9 Februari 2016

Renungan Hari Selasa 9 Februari 2016, Beri Waktu untuk Hati, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Selasa 9 Februari 2016


Beri Waktu untuk Hati


    Bukankah hal yang asing bagi kita mencuci tangan sebelum makan. Ataupun membersihkan perkakas yang sudah selesai dipakai. Kebiasaan membersihkan diri sebelum bersentuhan dengan hal yang bersih atau suci adalah sesuatu hal yang wajar. Hal ini dilakukan agar kita sendiri merasa pantas dan juga menjaga kesehatan sebelum bersentuhan dengan sesuatu yang bersih dan suci. Kebiasaan semacam ini juga hidup pada zaman Yesus. Masyarakat Yahudi selalu membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan ataupun beribadat. Jika hal ini tidak dilakukan makan mereka akan mengatakan hal itu "najis atau kotor". Kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang baik, namun mengapa Yesus mengecam dan mengkritik tindakan mereka?

    Saudara-saudari yang terkasih, dalam Injil hari ini Yesus dikritik oleh orang Farisi dan ahli Taurat karena murid-murid-Nya tidak membasuh tangan sebelum makan. Akan tetapi justru Yesus balik mengecam dan mengkritik mereka. Apakah Yesus tidak setuju dengan adat istiadat Yahudi? Yesus setuju karena Di juga hidup dalam adat istiadat Yahudi. Sepertinya bukan soal mencuci tangan sebelum makan yang dipersoalkan oleh Yesus tetapi lebih dari sekedar kebersihan fisik. Yesus mengecam orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka lebih mementingkan adat istiadat daripada perintah Allah. Perintah Allah adalah untuk saling mengasihi. Kita tahu bahwa orang Farisi dan ahli Taurat lebih mementingkan penampilan fisik daripada sikap hati; lebih suka memberi pengajarab tetapi tidak melakukannya. Sikap seperti ini yang nampaknya dikritik oleh Yesus.

    Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita lebih banyak memberi waktu dan perhatian pada hal-hal yang fisik saja tetapi sedikit memberi waktu untuk sikap hati. Misalnya saja sebelum ke gereja, mana yang  lebih penting penampilan fisik yang sangat mengagumkan atau kesiapan hati  untuk menerima dan menyambut Tuhan dalam hati kita masing-masing? Selamat bermenung dan berbuat.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon