Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

06 February 2016

Renungan Hari Senin 8 Februari 2016

Renungan Hari Senin 8 Februari 2016, Jangan Jadi LTB!, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 8 Februari 2016


Jangan Jadi LTB!


    Para frater di Seminari Tinggi Santo Petrus tinggal di unit-unit. Setiap unit dihuni oleh maksimal 6 frater yang berasal dari berbagai keuskupan, seperti K. A. medan, K. Sibolga, K. Padang, K. A. Palembang, K. Pangkalpinang, dan K. tanjungkarang. Saya merasa bahwa tinggal di unit bagaikan tinggal di sebuah keluarga kecil yang diwarnai berbagai kisah dan cerita menarik yang sayang untuk dibuang. Salah satu kisah itu adalah tentang anitifon penyemangat. Begini kisahnya: Saya tinggal di unit 13. Nama unit itu adalah Unit Santo leo Agung. Pengalaman pahit sering kami alami bersama, seperti kehabisan uang saku, mendapat teguran dari staff, kebingungan mencari diktat dan sumber buku untuk mengerjakan tugas, dan kisah lainnya. Pengalaman-pengalaman pahit tersebut tidak jarang mendatangkan apa yang sering kami sebut KRISIS. Mungkin dalam bahasa anak muda sekarang, kata krisis lebih tepat disebut dengan kata GALAU. Situasi krisis tersebut membuat kami loyo, lesu tak bergairah, dan LTB (Lemah Tak Berdaya). Entah siapa yang lebih dulu merumuskannya, tiba-tiba muncul antifon penyemangat yang bunyinya, "Lemah Tak Berdaya (LTB)!" Antifon tersebut sering kami nyanyikan ketika ada tanda-tanda dari anggota unit kami yang sedang krisis. Biasanya sih, kami tertawa bersama dan kemudian? Entah semakin krisis atau semakin mencintai panggilan.

    Umat allah yang terkasih, pengalaman kecil tersebut bisa kita hubungkan dengan pesan Injil hari ini. Tugas Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah bukan perkara mudah. Ia harus berkeliling dan pergi ke desa-desa serta ke kota-kota untuk mengajar dan menyembuhkan. Secara manusiawi, pastilah Yesus lelah dan capek. Namun, Ia mengajari kita bahwa untuk melakukan kehendak Allah tidak ada istilah LTB. Bagaimana dengan kita? Mari bermenung.

in

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon