02 March 2016

Renungan Hari Jumat 4 Maret 2016

Renungan Hari Jumat 4 Maret 2016, Komunikasi Iman, Renungan Harian, Santo Katolik Dot ComRenungan Hari Jumat 4 Maret 2016

Komunikasi Iman

    Debat bertujuan untuk menaklukan lawan bicara, sementara dialog bertujuan untuk menemukan kebenaran bersama lawan bicara. Dalam debat orang tidak bersedia mendengar apa yang ingin dikomunikasikanlawan bicara, melainkan memikirkan serangan balik setiap saat. Dialog sejati berisi kesediaan dan keberanian untuk saling mendengar yang diucapkan dan yang hendak diungkapkan. Dalam dialog kedua orang mencoba saling mengerti dan mencari titik temu atau sesuatu yang jauh lebih dalam lagi. Dialog adalah upaya dan komitmen bersama untuk mencari yang terbaik.

    Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini menceritakan mengenai komunikasi yang dilakukan oleh yesus dan ahli Taurat. Komunikasi itu terjadi ketika ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang hukum yang harus dilakukan oleh orang yang hidup. Yesus senantiasa mempraktekan apa yang dikatakan dan diajarkan-Nya. Setiap pengikut Kristus dipanggil untuk menghidupkan perintah ini dalam hidup yang dijalani. Panggilan ini menuntut orang beriman untuk membangun komuniasi yang baik dengan Allah. Komunikasi itu dapat diwujudkan dengan berdoa, mengikuti Ekaristi dan mendengarkan sabda-Nya. Komunikasi pribadi dengan Allah itu hendaknya juga diungkapkan dengan komunikasi dengan sesama yang ada di sekitar kita. Hal ini dilakukan sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Yesus "Kasihlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mrk 12:31)

    Sebagai pengkut Kristus kita dipanggil untuk mengusahakan komunikasi dengan Allah dan sesama. Komunikasi yang kita bangun ini merupakan persembahan dan kurban kita di hadapan Allah. Panggilan ini dapat kita wuju7dkan setiap tugas yang kita lakukan sehari-hari di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan di masyarakat. Hal ini dapat kita lakukan dengan bertegur sapa dengan orang lain yang kita jumpai. Dengan bertegur sapa berarti kita sedang membangun komunikasi iman dengan orang lain.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon