08 March 2016

Renungan Hari Kamis 10 Maret 2016

Renungan Hari Kamis 10 Maret 2016, Kesaksian Hidup, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 10 Maret 2016


Kesaksian Hidup


    Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak merasa asing dengan kata "saksi" yang bisa dijumpai dalam berbagai peristiwa/kejadian, misalnya dalam persidangan, penyelesaian kasus atau sengketa, kriminalitas, jual-beli tanah, pernikahan, dan peristiwa-peristiwa lainnya. lalu, sebenarnya apa "saksi" itu? Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan saksi sebagai "orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa atau kejadian". Saksi memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membuat orang PERCAYA. Kehadirannya memberi jaminan dan meneguhkan kebenaran.

    Para pembaca yang terkasih, bacaan Injil pada hari ini bermuara pada satu kata, yaitu kesaksian. Kalau dibaca terus menerus secara perlahan-lahan, kita dapat menemukan bahwa bacaan Injil menyajikan empat bentuk kesaksian tentang Yesus, yaitu (1) Kesaksian dari Bapa-Nya pada ayat 31-32, (2) kesaksian dari Yohanes Pembaptis pada ayat 33-36, (3) kesaksian dari Yesus sendiri melalui kata dan tindakan-Nya pada ayat 36-37, dan (4) kesaksian dari Kitab Suci dan Musa pada ayat 39-47. Lalu, mengapa Yesus perlu mengutarakan berbagai bentuk kesaksian ini? Jawabannya ialah untuk mencongkel kedegilan hati orang-orang Yahudi. Apa yang dilakukan dan diwartakan oleh Yesus ternyata tidak mampu mereka pahami. Mereka tidak mau membuka hati untuk menerima kesaksian itu. Akibatnya, mereka tidak percaya. Mereka terjerat pada tata aturan manusiawi.

    Para pembaca yang terkasih, saya terkesan dengan apa yang dikatakan oleh dosen pengajar mata kuliah Kristologi. Beliau mengatakan bahwa apa yang diwartakan oleh Yesus itu mempunyai daya pikat bagi semua orang karena berasal dari dalam Diri-Nya. Ia membagikan sesuatu yang telah dihidupi-Nya. Lalu, saya mengajukan pertanyaan ini bagi diri saya sendiri, "Sudahkah sebagai orang Kristen saya memberi kesaksian yang hidup kepada sesama?" Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon