Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

15 March 2016

Renungan Hari Kamis 17 Maret 2016

Renungan Hari Kamis 17 Maret 2016, Pentingnya pengalaman iman, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 17 Maret 2016


Pentingnya pengalaman iman


    Dahulu orang Yahudi menolak Allah yang hadir dalam diri Yesus. Mereka tidak percaya kepada Yesus sebab mereka menganggap Yesus sebagai manusia biasa. Di zaman ini, tanpa kita sadari kita sering menolak Allah. Kita beranggapan bahwa dengan akal dan kekuatan manusiawi dapat melakukan segalanya tanpa Allah. Kita mempertanyakan semua tentang Allah. Kita tidak mengandalkan penyelenggaraan Ilahi yang melebih kekuatan manusia. Segala kebaikan kita klaim hasil usaha dan kekuatan kita. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kisah St. Agustinus dari Hippo. Ia berkata kepada anak kecil bahwa tak mungkin ia dapat memasukkan semua air laut ke dalam lubang kecil yang ia buat di tepi pantai. Namun anak kecil itu juga menjawab bahwa tidak mungkin St. Agustinus dapat memasukkan semua tentang Allah ke dalam otak manusia. padahal, dalam mengikuti Yesus tidak cukup dengan akal saja. Pengalaman iman akan Allah sangat penting.

    ada seseorang yang hanya mengandalkan kemampuan akal saja. menurut kesaksiannya, ia tidak bahagia sebagai calon imam. Ia merasa menderita tinggal di seminari. namun ada satu pertanyaan harapan, "Sesungguhnya apa yang membuatku bahagia?" Pada suatu kesempatan ia diajak temannya pergi ke rumah umat. Pergulatannya bertambah, bahwa jika nanti ia jadi tak mau ditempatkan di paroki desa. Dan, ia juga mengalami pergulatan batin tentang teman perempuannya. Ia bersama ibunya harus bertanggung jawab mendidik sembilan adik-adiknya, sebab ayahnya telah meninggal. Temannya tersebut tak pernah mengeluh. Sesungguhnya keluarga ini rajin mengikuti Ekaristi. melihat hal ini, frater tersebut meyakini bahwa tak mungkin kekuatan manusia dapat menopang temannya. Pasti kekuatan Allah yang membantu. Pengalaman ini membuka hatinya untuk tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. ia ingin mengandalkan kekuatan Allah. Pertanyaan refleksi, "Pengalaman iman manakah yang meneguhkan kita dalam mengikuti Yesus?"


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon