22 March 2016

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016, Menjadi Manusia Ekaristi, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Kamis 24 Maret 2016


Menjadi Manusia Ekaristi


    Saudaraku, dalam beberapa hari ke depan kita akan merayakan peristiwa penting iman kita yakni Paskah. Namun tentulah tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung. Tidak ada kebangkitan tanpa adanya sengsara, dan juga kematian. Begitu juga hari ini menjadi peristiwa penting iman kita, sebab hari ini menjadi dasar bagi kita dalam merayakan Ekaristi. Di dalam peristiwa inilah perjamuan ekaristi yang setiap saat kita sambut bersumber. Yesus hari ini mengadakan perjamuan bersama para murid-Nya. keteladanan apa yang ditunjukkan Yesus bagi kita.

    Pembasuhan kaki dalam tradisi Yahudi biasanya dilakukan oleh para budak terhadap tuannya atau bagi tamu non Yahudi dan tamu terhormatnya. Apa yang terjadi hari ini? Yesus melakukan hal yang sebaliknya. Ia adalah Guru sejati membasuh kaki para murid-Nya. Ia ingin memberi teladan kerendahan hati dalam pelayanan konkret. Peristiwa Kamis Putih yang kita rayakan hari ini juga memberi semangat yang "Ekaristis" bagi kita. Kita selayaknya hidup bersumber dan berpuncak dalam ekaristi. Dari sinilah semangat dalam karya kita senantiasa mendapatkan kepenuhan. Meski godaan kadang melemahkan semangat kita untuk merayakan ekaristi, namun pernahkah kita juga mohon kekuatan untuk melawan godaan itu, atau justru semakin menjauh?

    Pribadi manusia yang ekaristis itu adalah pribadi yang memiliki semangat berbagi dengan yang lain. Jika Yesus memberikan hal terbaik dari diri-Nya bahkan nyawa-Nya seb  agai tebusan dari dosa-dosa kita, apa yang dapat kita bagikan dalam hidup kita untuk sesama? Banyak hal yang dapat kita timba dari semangat ekaristi. Kita seharusnya menjadi pribadi dengan semangat berbagi.

    Beranikah kita memberi diri bagi orang lain? Apakah saat ini kita rindu untuk berbagi dan menjadi pelayan sebagaimana yang dilakukan Yesus hari ini? Marilah kita bmewujudkan niat baik kita dengan bantuan Roh Kudus yang setiap saat dapat kita mihinkan. Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon