11 March 2016

Renungan Hari Minggu 13 Maret 2016

Renungan Hari Minggu 13 Maret 2016, Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Minggu 13 Maret 2016


Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi


    Wanita ini tak berdaya di hadapan orang banyak karena kedapatan berbuat zinah dan hukuman mati telah menunggunya. malu, marah, benci, menyesal, seluruh suasana hati yang carut marut ada dalam dirinya. Semua orang mencemooh dan memandang hina akan dirinya. 'Kalau bumi ini bisa terbelah, aku akan masuk dan bersembunyi di dalamnya', itu keluh hatinya.

    Namun hari itu, dia dihadapkan pada Yesus yang sedang berada di Bait Allah. Orang-orang Farisi menyodorkan 'pesakitan' ini dan bertanya kepada Yesus, "Apa pendapat-Mu tentang hal ini?" Jawaban Yesus sungguh mengejutkan dan luar biasa, "Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Reaksinya sungguh dahsyat. Mereka meninggalkan yesus, mulai dari yang paling tua. Tinggallah mereka berdua. Tiba-tiba Yesus bertanya, "Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" "Tidak!" jawab perempuan tadi. "Aku pun tidak, pergilah dan jangan brbnuat dosa lagi".

    Perjumpaan dengan Yesus telah melahirkan perempuan ini menjadi baru. Dia yang tadinya tanpa harapan karena berdosa dan kesalahannya, menjadi bebas karena Yesus yang 'berhak' melempar batu untuk pertama kali, juga tidak menghukumnya. Memang orang yang bersalah pantas dihukum. Tak jarang dalam kehidupan kita, kita pun akan melakukan hal yang sama, menghukum orang yang berbuat salah. Apakah orang yang dihukum menjadi berubah baik? Itu harapan kita. Kenyataannya, orang yang dihukum seringkali malah sakit hati dan berusaha untuk balas dendam.

    Melalui Injil hari ini, Yesus menawarkan 'belas kasih' yang mampu melahirkan semangat baru. Perempuan tadi pergi dengan semangat dan hidup baru. "Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang". Ini pesan kasih bahwa dalam diri Yesus dan kita semua akan menerima belas kasih Allah. Pesan tadi juga menjawab 'pertobatan' dari perempuan tadi yakni memberi diri kepada Kristus, karena hanya Dia yang berhak menghukumnya.

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon