07 March 2016

Renungan Hari Rabu 9 Maret 2016

Renungan Hari Rabu 9 Maret 2016, Kematian Rohani, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Rabu 9 Maret 2016


Kematian "Rohani"


    Apa pokok bacaan Injil hari ini yang lumayan panjang? Intinya adalah kesaksian Yesus tentang diri-Nya bahwa Bapa telah menyerahkan kepada-Nya kuasa untuk memberi hidup (ay 19-30). Kepada siapa hidup akan diberikan? Kepada "orang-orang mati".

    Saudaraku, "orang mati" dalam perikop Injil hari ini mengandung dua makna yaitu orang yang mengalami kematian fisik dan yang mengalami kematian "rohani". Kematian fisik adalah perpisahan nyawa/jiwa dari badan. Sementara kematian "rohani" terjadi ketika kendati seseorang masih hidup namun hidupnya sama sekali tidak terarah kepada Allah. Yesus berkuasa untuk memberi hidup baik bagi mereka yang mengalami kematian fisik maupun "rohani". Tetapi, hidup itu Ia berikan kepada mereka yang pantas. Apa kriterianya, siapa yang dapat menerima hidup dari Tuhan?

    Dalam aya 28-29 secara jelas Yesus akan memberi hidup kekal kepada mereka yang mati fisik asalkan selama hidup mereka baik. Sementaraitu, "orang-orang mati" yang dimaksud dalam ayat 25 adalah mereka yang mengalami "kematian rohani". Orang-orang yang mati rohaninya akan memperoleh hidup jika mereka terbuka untuk mendengarkan suara Tuhan, Sabda Tuhan, dan tentu melakukannya.

    Saudaraku, masa Prapaskah ini adalah waktu yang tepat untuk bangkit seandainya kita sedang mengalami kematian "rohani". Karya Yesus yang menyelamatkan bukan hanya urusan kelak ketika orang telah masuk kuburnya. Karya-Nya sudah dan akan berlangsung. Karya-Nya sudah berlangsung bagi orang yang mengalami kematian "rohani". Ia telah menunjukkan jalan hidup lewat Sabda-Nya. Karya-Nya masih akan berlangsung kelak di penghakiman terakhir : yang layak akan memperoleh hidup dan yang tidak akan senantiasa menderita. Saudaraku, kelayakan kita di saat mati ditentukan saat ini. mari kita mendengarkan Sabda-Nya dan mengamalkannya. Sekarangpun kita dituntut untuk bangkit, bangkit dari kematian "rohani" yang mungkin kita alami.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon