Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

20 March 2016

Renungan Hari Selasa 22 Maret 2016

Renungan Hari Selasa 22 Maret 2016, Malum Est Privatio Boni, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Selasa 22 Maret 2016


Malum Est Privatio Boni


    Apa itu kejahatan? Jika Allah Mahabaik dan dunia serta isinya diciptakan baik adanya, mengapa ada kejahatan? Mengapa di antara orang yang dipilih oleh Yesus, Sang Baik, sendiri terdapat "iblis" yang bersembunyi? Apa/siapa/bagaimana sebenarnya kejahatan itu?

    Sepanjang sejarah ada banyak pengertian kejahatan. Tetapi, bagi saya, aa sebuah arti yang sangat tepat tentang kejahatan. Kejahatan itu ketiadaan dari yang seharusnya ada. Kejahatan itu ketiadaan kebaikan yang seharusnya ada (malum est privatio boni). Kejahatan bukanlah ciptaan. Kejahatan adalah "sesuatu" yang dihasilkan ketika kebaikan diambil dari tempaynta seharusnya berada. Kejahatan tidak penah berdiri sendiri, tetapi ia selalu berada pada sesuatu yang baik (malum semper in bono).

    Apa maksud semua pengertian tadi? Penjelasannya dapat dilihat dari pengalaman penghianatan Yudas Iskariot dan Petrus. Yudas dan Petrus pada dasarnya amat baik. Hanya, ketika perjamuan, Yudas meninggalkan Sumber Kebaikan dalam dirinya yaitu Yesus. Seandainya ia tidak meninggalkan Sumber Baik, ia tidak dikatakan jahat. Begitu juga Petrus, ia baik, namun kelak ia sempat dikatakan jahat ketika meninggalkan Sumber Baik yaitu Yesus dengan cara menyangkal-Nya. Kejahatan dalam diri Yudas dan Petrus muncul ketika mereka meninggalkan Sumber Baik yang seharusnya bersama dengan mereka.

    Saudaraku, saya yakin bahwa tidak ada yang benar-benar jahat di dunia ini. Saat kejahatan terjadi sesungguhnya yang terjadi adalah kebaikan sedang tidak berada di tempat seharusnya. Maka, kita semua dipanggil untuk menjadi orang-orang yang membawa kebaikan ke tempatnya. Saat terjadi kekerasan, penindasan, kebencian, kita harus membawa kebaikan kembali ke sana. Kita tidak sedang berusaha melawan kejahatan, yang kita lakukan hanya menempatkan kebaikan di tempat seharusnya ia berada.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon