06 March 2016

Renungan Hari Selasa 8 Maret 2016

Renungan Hari Selasa 8 Maret 2016, Maukah engkau sembuh?, Renungan Harian, Santo Katolik Dot ComRenungan Hari Selasa 8 Maret 2016

Maukah engkau sembuh?

    Menderita sakit lumpuh selama tiga puluh delapan tahun sungguh sangat menderita. Pada hari Sabat Yesus menyembuhkan orang tersebut dan menimbulkan kemarahan orang-orang Yahudi, karena Yesus maupun orang yang disembuhkan tersebut dinilai melanggar peraturan. Kasih memang mengatasi atau mendasari aneka macam peraturan, maka yang terutama dan utama adalah kasih bukan peraturan. Palksanaan peraturan yang begitu disiplin dan ketat memang sering melupakan atau mengesampingkan kasih. Hukum rimba pada umumnya menyingkirkan atau mengabaikan yang sakit dan lemah. Bertindak dalam kasih harus berani malawan arus dengan resiko dibenci dan diancam oleh orang-orang tertentu yang bermental legalisis. Namun kasih sungguh dapat menyembuhkan, dan hal itulah yang dilakukan oleh Yesus ketika Ia menyembuhkan orang yang lumpuh dan kepada orang yang telah disembuhkan Ia berpesan : "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk".

    Pesan Yesus dalam Injil hari ini mungkin juga terarah kepada kita semua, yang telah disembuhkan dari aneka macam banyak penyakit, maka marilah jika kita telah sembuh dari penyakit kemudian hidup baik dan berbudipekerti luhur, hidup yang dijiwai dan didasari oleh kasih. Percayalah bahwa jika hidup saling mengasihi, maka tidak akan terjadi sesuatuyang buruk dalam kehidupan kita bersama. Melalui mukjizat kesembuhan, Yesus ingin mengungkapkan bahwa para pemimpin agam telah kehilangan tujuan utama diadakannya Sabat. Larangan untuk melakukan segala sesuatu pada hari Sabat membuat mereka tidak bisa menyaksikan dan mengalami karya Allah di hari Sabat.

Terima kasih Tuhan atas kesabaran dan belaskasih-Mu kepadaku yang sering menunda-nunda pertobatan. Semoga Kasih-Mu meneguhkan aku untuk selalu menghidupi Sabda dan kehendak-Mu. Amin.

Lentera Batin

BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon