19 March 2016

Renungan Hari Senin 21 Maret 2016

Renungan Hari Senin 21 Maret 2016, Tindakan kasih Maria, Renungan Harian, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Senin 21 Maret 2016


Tindakan kasih Maria


    Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania (desa satu mil lebih di sebelah timur Yerusalem di jalan ke Yeriko, dan sebelah tenggara Bukit Zaitun). Di sini, Yesus membangkitkan Lazarus dan ijamu oleh Simon si kusta (bdk. Yoh 11; Mrk 14:3). Yesus melewatkan malam terakhir-Nya di desa ini sebelum masuk ke Yerusalem (Mrk 11:1-11). Agaknya Yesus ke sana dalam rangka perayaan Paskah Yahudi (bdk. Yoh 11:35). Dalam perjamuan itu, Marta menjadi pelayan, menyediakan makanan. Sementara itu, Maria meminyaki kaki Yesus.

    Dalam tradisi bangsa-bangsa Timur, meminyaki dengan minyak (bau-bauan) sudah menjai adat kebiasaan sebagai tanda penghargaan atau penghormatan, pun dalam hal pelantikan untuk menjabat sesuatu jabatan (bdk. Ul 28:40; Rut 3:3). Misalnya pengurapan para imam (bdk. Kej 40:15; Bil 3:3), para raja (bdk. 1Sam 9:16;10:1). Kristus sendiri diminyaki (dilantik/diurapi) dengan Roh Kudus (bdk. Yes 61:1; Luk 4:18).

    Tindakan Maria dalam Injil hari ini merupakan suatu pengorbanan besar, karena minyak narwastu murni itu sangat mahal harganya. Maria sadar bahwa kesempatan untuk mengungkapkan pengabdian kepada Yesus segera akan berakhir, karena itu dia memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Iman dan pengabdiannya kepada Tuhan merupakan hal baik dan sebagai tindakan kasih. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Yesus menyatakan bahwa perbuatan kasih itu akan disebuy di mana saja Injil diberitakan (bdk. Mat 26:13). Tindakan meminyaki ini merupakan antisipasi hari pengurbanan Yesus.

    Mari kita meneladani tindakan Maria yang mau berkurban demi Yesus. Lebih-lebih selama pekan suci ini kita mesti lebih memperdalam penghayatan aras penderitaan Yesus. Mari kita juga menggali lebih dalam makna penderitaan dan pengurbanan Yesus bagi kita umat-Nya. Dengan demikian, kita akan semakin teguh pula dalam iman akan Yesus Kristus.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon