Santo Katolik 1.0 Aplikasi Android

28 April 2016

Renungan Hari Sabtu 30 April 2016

Renungan Hari Sabtu 30 April 2016, Bertahan dalam Perjuangan, Santo Katolik Dot Com

Renungan Hari Sabtu 30 April 2016


Bertahan dalam Perjuangan


    Siapa sih yang mau menderita? Tidak ada seorang pun di dunia ini mau menderita. Semua orang tentunya ingin hidup dengan nyaman dan serba kecukupan: kebutuhan jasmani dan rohani. Namun menjadi pertanyaan selanjutnya: mengapa kebanyakan dari kita khususnya orang-orang zaman ini takut untuk menderita? Apa itu penderitaan? Banyak faktor yang menyebabkannya namun salah satu alasan mengapa demikian adalah karena penderitaan itu menyakitkan. Sebagai orang normal tentu kita akan berusaha menghindari hal ini. Namun pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah bagaimana dengan kita sebagai orang Katolik? Apakah kita takut menderita? Setiap dari kita tentu memiliki jawaban masing-masing sesuaidengan pengalaman yang telah dialami. Namun satu hal yang pasti sebagai orang Katolik kita jangan pernah takut menderita. Apalagi demi iman kita akan Yesus Kristus. Iman akan Yesus Kristus hendaknya menjadi perjuangan kita senantiasa sebagai pengikut-Nya. Tak dapat disangkal lagi itulah perjuangan kita didunia ini.

    Dalam Injil hari ini kita dapat melihat bersama bahwa selama hidupnya Yesus mengalami penderitaan. Ia ditolak, dibenci dan disiksa. Namun Ia tidak pernah mengeluh kesakitan ataupun merasa sedih. Ia justru bergembira karena dapat menjalankan kehendak Bapa yaitu menebus segala dosa manusia dan menghantarkannya ke dalam Kerajaan Surga. Kasih Allahlah yang memampukan Sang Putra dalam menjalani perjuangan-Nya. Ia tidak pernah menyesal  tetapi tetap setia.

    Kisah ini menyadarkan kita bahwa penderitaan yang telah kita alami adalah sebuah konsekuensi sebagai pengikut Kristus. Yesus telah memanggul salib yang begitu berat demi keselamatan kita. Kita sebagai pengikut Kristus pun memiliki salib dalam hidup ini. Menjadi pertanyaan bagi kita adalah mampukah kita tetap bertahan dalam perjuangan itu atau sebaliknya? Mari bermenung.


BERI KOMENTAR

Silahkan beri komentar dengan bijak
EmoticonEmoticon