Renungan Hari Minggu 4 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

02 February 2018

Renungan Hari Minggu 4 Februari 2018


Renungan Hari Minggu 4 Februari 2018

Kehadiran-Nya

Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman yang sedang sakit, dirundung persoalan berat, lalu ia mengeluh: "Hidupku penuh dengan penderitaan. Tidak ada lagi gunannya hidupku di dunia ini." Rasanya sulit menghibur, membangkitkan semangatnya, membantu dia menemukan harapan yang membahagiakan. Apapun yang saya katakan tidak berkenan padanya. Nasihat hanya dipandang kosong olehnya. Dia mengalami frustasi yang sangat berat.

Saya mencari cara yang tepat agar bisa membantunya. Saya tidak menasihatinya. Saya hanya menemaninya sambil bercerita tentang Injil hari ini dimana Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas, ibu mertua Simon sedang sakit demam. Yesus datag tidak memberikan kotbah tetapi langsung memegang tangannya dan sembuhlah ibu mertua Simon.

Yang lebih menarik lagi adalah sebelum Yesus berjumpa dengan orang yang mengalami penderitaan, pagi-pagi benar Ia bangun dan pergi berdoa kepada Bapa-Nya. Ia mmemberi teladan bahwa doa menjadi hal yang mendasar dalam kehidupan. Dalam doa kita berkomunikasi dengan Tuhan, meminta kekuatan dan pertolongan-Nya, supaya mampu melihat kehendak-Nya dalam setiap pergumulan hidup. Yesus tidak saja menyembuhkan ibu mertua Simon etapi juga memberi kehidupan dan keselamatan. Dalam pengalaman ini kita menemukan bahwa Tuhan selalu ada dalam setiap penderitaan manusia. Sikap yang diperlukan adalah penyerahan diri sepenuhnya pada kehendak dan rencana Allah.

Sapaan dan sentuhan serta cerita yang saya sampaikan tanpa mengguruinya, tanpa memberinya  nasihat, disertai dengan doa dalam hati membuat suatu perubahan yang luar biasa. Temanku tersebut bisa tersenyum sambil memegang tanganku erat-erat, mukanya perlahan cerah dan mengucapkan terima kasih. Ia berkata, "Tolong doakan saya agar saya bisa lebih beriman bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidupku, agar aku bisa mengerti kehendak-Nya."

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak