Renungan Hari Rabu 7 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

05 February 2018

Renungan Hari Rabu 7 Februari 2018

Renungan Hari Rabu 7 Februari 2018

Renungan Hari Rabu 7 Februari 2018

Pengajaran Yesus

Pada suatu kelas logika di Seminari, guru bertanya : "Sudah paham Saudara sekalian?" Seminaris terdiam dan hening. Kemudaian guru berkata, "Apakah ada yang mau bertanya?" Seminaris bingung hendak mengajukan pertanyaan macam apa. Guru berkata kembali, "Ini saya yang tidak bisa mengajar atau kalian yang tidak bisa mengerti?" Salah seorang seminaris menjawab, "Maaf pak, kami kurang paham pada apa yang Bapak ajarkan." Guru dengan tersenyum memberi penjelasan ulang dan lebih mendalam, bahkan dengan contoh yang sesederhana mungkin.

Injil Markus hari ini pun menceritakan murid Yesus yang belum paham tentang perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada orang banyak. Kemudian Yesus menjelaskan kembali pengajaran-Nya kepada para murid, bahkan Ia tidak lagi menggunakan perumpamaan sehingga semua murid mengerti apa yang dimaksudkan-Nya dengan terang.

Yesus berkata bahwa seluruh makanan adalah halal untuk dimakan dan apa yang dimakan tidak membuat diri menjadi najis. Sebab kenajisan berasal dari dalam pikiran. Disitulah terdapat segala rencana yang jahat, seperti: membunuh, berzinah, korupsi, hawa nafsu, dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita sering menjumpai pikiran kita yang sudah "mengotori" masa depan, atau saat itu juga. Kadang kita berkata dengan nada mengucilkan orang lain, atau mungkin dalam sebuah pekerjaan, status dan peran membuat kita semakin sombong, bernafsu "merampas" milik orang lain. Bahkan sebagai seorang tokoh, kita hanya mampu berbicara namun tidak mau melaksanakannya.

Saudara-saudari terkasih, kita adalah anak-anak Allah. Maka dari itu mari kita sertakan Allah dalam karya yang kita emban. Karena bersama Dia, kita tidak mudah jatuh dalam kenajisan yang menghantar manusia ke dalam dosa.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak