Renungan Hari Sabtu 10 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

08 February 2018

Renungan Hari Sabtu 10 Februari 2018

Renungan Hari Sabtu 10 Februari 2018

Renungan Hari Sabtu 10 Februari 2018

Makanan Rohani
Hari ini Gereja memperingati Santa Skolastika. Ia adalah seorang perawan dan hidup pada tahun 480 sampai 547. Hidup dalam biara tertutp bagi dirinya bukanlah pengunduran diri, malinkan suatu pembebasan diri yang dibaktikan kepada Tuhan. Hidup membiara seperti itu ia lakoni dan dalam kehidupan biaralah adik Santo Benediktus ini memperoleh kemurnian dan kesejahteraan rohani yang sempurna sebagai murid Kristus Tuhan.

Saudara sekalian, Injil hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus yang memberi makan emapt ribu orang banyaknya di padang yang sunyi. Peristiwa ini terjadi karena belas kasih-Nya kepada semua orang yang mengikuti-Nya selama tiga hari dan mereka tidak mempunyai makanan (lih. Mrk 8:2). Dengan tujuh roti dan beberapa ikan, semua orang yang mengikuti Tuhan Yesus dapat makan sampai kenyang. Bahkan ikan dan roti yang telah dibagi-bagikan itu masih ada sisa sebanyak tujuh bakul (Mrk 8:8). Peristiwa ini adalah mukjizat Tuhan Yesus dalam menunjukkan diri sebagai penyelamat dan pemberi kelegaan bagi orang-orang yang kelaparan, secara khusus lapar secara rohani.

Saudara sekalian, dalam hidup di dunia ini, kita tentu pernah mengalami kelaparan baik secara jasmani dan rohani. Lapar secara jasmani dapat kita kenyangkan dengan makan makanan yang kita miliki seperti nasi, sayur, daging, buah, dan sebagainya. Namun, tatkala kita "lapar" secara rohani, apa yang akan kita makan? Dalam hal ini yang kita butuh makanan rohani yang dapat mengenyangkan batin kita. Jawaban akan hal itu adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus dengan sabda-Nya akan memuaskan kebutuhan rohani kita.

Maka, belajar dari Santa Skolastika dan Injil hari ini, Tuhan Yesus adalah jawaban satu-satunya yang dapat mengenyangkan dahaga rohani kita. Untuk itu, marilah kita mengikuti-Nya dengan sepenuh hati dan jiwa. Kita serahkan diri kepada-Nya seraya memohon agar Ia memberi kepuasan rohani bagi hidup kita.

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak