Renungan Hari Selasa 20 Februari 2018 ~ Santo Katolik Dot Com

Santo Katolik Dot Com

sejarah dan nama santo santa katolik

18 February 2018

Renungan Hari Selasa 20 Februari 2018

Renungan Hari Selasa 20 Februari 2018

Renungan Hari Selasa 20 Februari 2018

Doa Itu Tulus Dan Jujur

Ketika bimbingan rohani di Seminari Tinggi Santo Petrus, romo pembimbing menanyakan kepada saya, "Bagaimana hidup rohanimu?" Saya sebenarnya malu dan takut kalau jujur. Jangan-jangan nanti saya dimarahi atau malah mendapat kemungkinan terburuk, dikeluarkan. Masak seorang calon romo, hidup doanya kurang baik? Tetapi saya tidak mampu untuk berbohong, saya mengatakan apa adanya.

Para pembaca yang terkasih, orang Katolik merasa diri sebagai pendoa yang kurang kreatif. Orang Katolik sudah terbiasa dengan doa yang dirumuskan, misalnya aneka rumusan doa yang ada dalam buku Puji Syukur. Tetapi benarkah kalau doa itu membutuhkan kreatifitas kata-kata? Doa tidak dapatdibatasi dengan kata-kata indah atau puitis. Doa adalah komunikasi dengan Tuhan seperti seorang anak sedang ngobrol dengan orangtuanya. Isi obrolan itu bermacam-macam. Yang terpenting, si anak tulus, tidak merasa takut, dekat, dan tampil apa adanya ketika ngobrol dengan oramgtuanya.

Kita percaya bahwa doa bukan hanya berisi tentang permohonan tetapi juga pujian, syukur, keluh kesah, dan aneka pengalaman serta perasaan kita. Allah adalah Bapa yang baik. Ia selalu mendengar obrolan atau cerita kita, anak-anak-Nya. St. Ignasius dari Loyola berpendapat bahwa ungkapan perasaan orang beriman kepada Bapa adalah doa.

Hari ini Yesus mengajari kita tentang doa. Bukan rumusan doa yang mau diajarkan oleh-Nyya. Yesus mau mengajarkan bahwa dasar doa adalah ketulusaqn hati, bukan kepura-puraan. Kalau kita merasa sedih dan berat menanggung beban hidup, mangapa dalam doa kita malah berpura-pura bahwa hidup kita itu "menggembirakan"? Tulus dan jujur dalam berdoa mendatangkan berkat yang tak berkesudahan dari Bapa, karena dalam doa Bapa mendengarkan ungkapan hati bukan rumusan kata-kata yang menipu. Mari bermenung!

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar dengan bijak